Di Blitar, 95 Persen Jagal Ternyata Masih Sering Potong Sapi Betina Produktif

ADAKITANEWS, Blitar – Sejumlah jagal sapi yang ada di Kabupaten Blitar ternyata belum mengindahkan adanya undang-undang ketahanan pangan yang melarang menyembelih sapi betina produktif.

Faktanya, berdasarkan penilai Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar, di wilayah Blitar timur masih ada sekitar 95 persen jagal yang menyembelih sapi betina produktif.

Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Verterinier, drh M Imaduddin mengatakan, di Blitar timur saat ini ada 14 jagal sapi. Namun hanya ada 3 jagal yang menyembelih sapi di Rumah Potong Hewan (RPH). Sedangkan sisanya menyembelih di rumahnya sendiri. “Kalau menyembelih di rumah, rawan menyembelih betina produktif. Padahal menyembelih sapi betina itu diatur oleh undang-undang ketahanan pangan,” katanya, Kamis (28/09).

Aturan penyembelihan ini, lanjut drh M Imaduddin, diatur dalam undang-undang nomor 41 tahun 2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan. Jika melanggar keamanan pangan maka ancamannya pidana hingga kurungan penjara.

Menurutnya, untuk mencegah adanya penyembelihan sapi betina produktif, pihaknya memasang imbauan larangan menyembelih betina produktif di pasar hewan yang ada di Kabupaten Blitar. “Selain itu, kita juga akan mendatangi jagal-jagal hewan untuk mensosialisasikan aturan ini,” jelasnya.

Disnakkan juga bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk mencegah adanya penyembelihan binatang betina produktif ini. “Sesuai aturan, seharusnya jagal tidak boleh menyembelih ternak di rumah, harus RPH namun banyak yang nakal. Untuk meminimalisir kita juga bekerja sama dengan kepolisian,” ungkapnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Pengecekan Disnakkan Kabupaten Blitar di pasar hewan Wlingi.(ist)

Related posts

Leave a Comment