Delapan Rumah Korban Tanah Ambles Belum Dapat Perhatian Pemerintah

ADAKITANEWS, Tulungagung – Sebanyak delapan rumah di RT 4/RW 2 Dusun/Desa Tugu Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung, rusak berat dengan kondisi mengalami retakan, bahkan ada sebagian yang roboh, akibat tanah gerak. Kini, warga pun selalu diliputi rasa was-was, terutama jika kondisi hujan dan malam hari.

Seperti yang dialami Suprih, 67, dirinya masih trauma untuk tidur di rumah tinggalnya saat malam hari. Terlebih jika kondisi sedang turun hujan, semenjak bangunan dapur dan rumahnya ambruk akibat terjadi pergerakan tanah.

“Sejak dapur dan kandang saya ambruk, sampai sekarang masih khawatir kalau tidur di rumah,” kata Suprih, yang rumahnya menjadi korban tanah gerak, Sabtu (24/02).

Jika kondisi cuaca mendung, dirinya bersama warga lain yang kondisi rumahnya sudah terdapat retakan, memilih mengungsi ke tempat saudaranya maupun tetangga yang dirasa aman.

Sedangkan menurut penuturan Slamet, 72, warga lainnya, kondisi ini sebenarnya sudah terjadi sejak tiga tahun terakhir. Awalnya penurunan permukaan tanah hanya beberapa sentimeter saja. Namun dari waktu ke waktu kondisinya bertambah parah.

“Musim penghujan tahun ini, dalam satu bulan terakhir tanahnya ambles antara 20 sentimeter, bahkan ada yang sampai satu meter,” kata Slamet.

Lanjut Slamet, sebelumnya antara rumah yang dia tinggali dengan halaman rumahnya rata. Namun kini kondisinya sudah berubah. Halamannya lebih rendah, apalagi jika turun hujan, air hujan yang masuk melalui celah-celah ratakan tanah akan mempercepat penurunan permukaan tanah.

“Retakan tanah juga telah merembet ke dalam rumah. Sehingga lantai dan dinding rumah mengalami retak-retak selebar 3 sentimeter hingga 5 sentimeter,” ujar Slamet.

Sama seperti yang dialami Suprih, kini Slamet akan mengungsi bersama warga desa lainnya jika merasa tidak aman.

Meski bencana tanah retak telah berlangsung lama, hingga kini belum ada perhatian dari pemerintah setempat. Warga berharap agar pemerintah segera melakukan tindakan maupun penangangan yang konkret. Wargapun tidak keberatan jika pemerintah melakukan relokasi ketempat yang lebih aman.(bac)

Keterangan gambar : Kondisi retakan tanah yang mengancam permukiman.(ist)

Related posts

Leave a Comment