Blitar Baru Miliki 5 Pos Bantu Penanganan Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

ADAKITANEWS, Blitar – Jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tahun 2018 lalu mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Namun dari 102 kasus di 2018, semua bisa tertangani dengan baik.

Hal itu dikarenakan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di Kabupaten Blitar, dinilai mampu diselesaikan di tingkat desa dengan bantuan satgas dan pos bantu yang telah didirikan di masing-masing Desa/Kelurahan.

“Keberadaan pos bantu di Desa/Kelurahan terbukti bisa menangani permasalahan kekerasan anak dan perempuan. Tapi kita akui jumlahnya saat ini memang masih terbatas,” kata Iin Indiralita, Kasi Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Blitar, Kamis (10/01).

Iin Indiralita menuturkan, saat ini Kabupaten Blitar memang baru mempunyai 5 pos bantu yang tersebar di beberapa kecamatan. Menurutnya, jumlah pos bantu ini masih sangat kurang, karena idealnya masing-masing desa/kelurahan bisa memiliki pos bantu.

“Jadi masih minimnya jumlah pos bantu ini, karena keberadaan pos bantu baru dimulai pada tahun 2018. Nah, berdasarkan evaluasi dinyatakan bahwa keberadaan pos bantu sangat efektif membantu menangani permasalahan kekerasan hingga pelecehan terhadap perempuan dan anak. Sehingga kedepan perlu diupayakan untuk ditambah,” ujarnya.

Sementara itu, lanjut Iin, pos bantu ini merupakan sebuah organisasi yang meliputi tokoh agama, tokoh masyarakat, Lurah/Kades, kader PKK , dan lain-lain yang berfungsi untuk membantu menangani masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Tahun ini kita juga berencana untuk menambah jumlah pos bantu, namun diawali dengan melakukan pembinaan kepada masyarakat setempat terlebih dahulu,” imbuhnya.(fat)

Keterangan gambar: Ilustrasi.(google.com)

Related posts

Leave a Comment