Bangun Rumah Di Atas Saluran Irigasi, Warga Disurati Kades

ADAKITANEWS, Kediri – Saimah Dariyanto, warga RT 3/RW 3 Dusun Nglaban Desa Maron Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri mendapat surat dari Kepala Desa setempat lantaran diduga membangun rumah di atas saluran irigasi.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Kades Maron, Riyadi dan Ketua BPD (Badan Permusyawaratan Desa) Maron, Ali Mardanus tersebut, Saimah diminta untuk menghentikan sementara proses pembangunan rumahnya.

Ditemui di kantornya, Kades Maron, Riyadi mengatakan bahwa surat tersebut berawal dari dumas (pengaduan masyarakat) tentang adanya pembangunan rumah di atas saluran irigasi. “Kami dari Pemerintah Desa meminta kepada yang bersangkutan (Saimah,red) untuk menghentikan sementara pembangunan rumahnya,” kata Riyadi, Jumat (07/08) pagi.

Alasan Pemerintah Desa mengeluarkan surat tersebut, lanjut Riyadi, selain berdasarkan dari aduan masyarakat, juga karena bukti kepemilikan tanah yang belum jelas. “Bapak Saimah belum bisa menunjukkan bukti kepemilikan. Sampai sekarang kami juga masih berkoordinasi dengan pihak Kecamatan dan dinas terkait. Sambal menunggu kejelasan atas status kepemilikan tanah tersebut, kami Pemerintah Desa meminta saudara Saimah untuk menghentikan sementara kegiatan pembangunannya,” jelasnya.

Sementara itu menurut keterangan Saimah, lahan yang saat ini dipersoalkan tersebut sebelumnya memang merupakan tanah kosong. Oleh orang tua Saimah, disampaikan bahwa tanah tersebut adalah milik keluarga dan ia diminta untuk merawatnya. “Kalau orang tua zaman dulu ya tidak tahu soal surat kepemilikan. Saya hanya menjalankan amanah orang tua saja,” katanya.

Saimah menjelaskan, pasca menikah pada tahun 1987, ia membangun rumah di lahan kosong dekat dengan saluran irigasi tersebut sekitar tahun 1989. Kemudian kali ini ia menambah atau membangun kembali bangunan tersebut hingga disoal lantaran melewati aliran saluran irigasi.

“Saya membayar pajak sejak tahun 2006 sampai sekarang. Dan sejak tahun 2017 kemarin, saya juga berniat mengurus surat kepemilikan tanah tersebut ke Desa tetapi selalu gagal,” tandasnya.

Saimah berharap ada kejelasan dari pihak Pemerintah Desa terkait alasan penghentian pembangunan rumah tersebut. “Jika memang itu milik desa, kenapa tidak sejak dahulu bilang. Atau jika memang ini milik irigasi, saya harus berbuat apa untuk mengurusnya,” harapnya.(kur)

Keterangan gambar: Saimah Dariyanto di depan bangunan yang saat ini dipersoalkan.(foto: kurniawan)

Related posts

Leave a Comment