Awasi Kualitas Bangunan RS Srengat Blitar, Dewan Gelar Sidak

ADAKITANEWS, Blitar – Pemerintah Kabupaten Blitar telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di bagian barat, tepatnya di Kecamatan Srengat. Proses pembangunannya pun sempat berjalan alot, karena penyerapan anggaran di 2018 masih rendah.

Sejauh ini, pembangunan fisik masih mencapai sekitar 15 persen, sehingga perlu percepatan agar selesai sesuai target, yakni akhir 2019. Untuk memastikan kualitas bangunannya, DPRD Kabupaten Blitar bahkan langsung meninjau ke lokasi, Senin (21/01).

“Jadi untuk memastikan kualitas pembangunan Rumah Sakit Srengat ini, kita hari ini langsung melakukan pemantauan di lapangan. Hasilnya, kita memang belum mendapatkan temuan pada proses pembangunannya,” kata Andi Widodo, Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Blitar di sela-sela melakukan pemantauan.

Menurutnya, kualitas pembangunan sudah sesuai proses perencanaan, baik dari segi ukuran besi, proses pengecoran maupun lain-lain. Ia memastikan bakal terus memantau perkembangan pembangunannya, karena keberadaan Rumah Sakit di Srengat ini sudah dinanti warga, khususnya di kawasan Blitar barat.

“Akhir 2019 kan targetnya pembangunan fisik sudah selesai. Jadi kita pasti terus memantaunya mengingat saat ini masih mencapai 15 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen Rumah Sakit Srengat, Iwan Dwi Winarto mengatakan, hingga saat ini yang sudah terbanguan adalah gedung utama, asrama, proses rumah dinas, dan sedang dimulai pembangunan musala. Ia pun memastikan bahwa pembangunan bisa selesai sesuai target.

“Kalau laporan dari kontraktor sampai saat ini progres pembangunan Rumah Sakit Srengat baru mencapai 15 persen, dan ini terhitung sejak awal pembangunan. Kita akui sebelumnya dalam proses pembangunan sempat terjadi kendala, terutama soal beton serta cuaca, sehingga saat ini untuk proses pengecoran akan terus dikebut agar nantinya proyek ini terutama fisiknya bisa selesai tepat waktu,” imbuhnya.

Untuk diketahui, pembangunan RSUD Srengat bertipe C ini, dibangun dilahan seluas 2,4 ribu hektare di aset milik Pemkab Blitar.(fat/wir)

Keterangan gambar: Suasana sidak.(foto : fathan)

Related posts

Leave a Comment