Alat Uji KIR di Blitar Dianggarkan Rp 5 Miliar

ADAKITANEWS, Blitar – Uji KIR merupakan serangkaian kegiatan menguji dan/atau memeriksa bagian-bagian kendaraan bermotor, kereta gandengan, kereta tempelan dan kendaraan khusus dalam rangka pemenuhan terhadap persyaratan teknis. Namun jika alatnya tak berfungsi secara maksimal, maka pelayanan pengujian juga bakal terkendala.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar, Toha Mashuri mengatakan, pada Perubahan APBD atau Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun 2018 ini, pihaknya sudah mengusulkan untuk pembelian alat-alat pengujian baru untuk menggantikan alat uji yang sudah ada.

“Jadi usia alat pengujian yang kita punya kan sudah tua dan beberapa kali ada gangguan. Sehingga tidak bisa memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat. Maka dari itu kita mengusulkan anggaran untuk pembelian alat baru,” kata Toha, Rabu (03/10).

Harapannya dengan alat-alat yang baru nanti pengujian bisa dilakukan lebih bagus dan akurat. Sehingga masyarakat semakin puas dengan pelayanannya. Sementara anggarannya mencapai Rp 5 miliar untuk 2 tempat, yakni di Wlingi dan Srengat.

“Selama ini di dua tempat itu difungsikan, tetapi kita lakukan penyempurnaan lagi,” ujarnya.

Toha menjelaskan, pengujian merupakan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten. Sehingga harus bisa memberikan pelayanan pengujian secara maksimal. Apalagi menurutnya, sudah ada program dari Pemerintah Pusat yang menyatakan bahwa semua pengujian harus terakreditasi.

“Alhamdulillah kita sudah terakreditasi, tetapi ada catatan-catatan seperti peralatannya ada yang tidak berfungsi, sehingga perlu diperbaharui,” terangnya.

Toha menambahkan, jika tempat pengujian belum terakreditasi, maka daerah tersebut tidak boleh melakukan pengujian. Sehingga pengujian harus dilakukan didaerah terdekat.(fat/wir)

Keterangan gambar: Toha Mashuri, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar.(foto : fathan)

Related posts

Leave a Comment