Ramai Kreasi Pawai Budaya Desa Rejoslamet

ADAKITANEWS, Jombang – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam, Pemerintah Desa Rejoslamet Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang melakukan ruwatan desa yang dikemas dalam karnaval pawai budaya, Minggu (24/09).

Karnaval yang diadakan setiap tahun ini, masing-masing RT dan RW di Desa Rejoslamet dipersilakan mengeluarkan kreasinya. Kreasi yang dikeluarkan tersebut, kemudian diarak keliling desa pada pawai budaya, yang dimulai pada pukul 13.00 WIB hingga sore hari.

Kemeriahan acara tersebut memberikan hiburan tersendiri bagi seluruh masyarakat Desa Rejoslamet. Terlihat dari banyaknya warga setempat yang masih melihat karnaval di desanya meski sempat diguyur hujan.

Begitu pula para peserta karnaval yang masih terus melanjutkan pawai budaya untuk memberikan penampilan yang terbaik bagi masyarakat Desa Rejoslamet. “Saya sangat bangga melihat antusias warga, meski dalam kondisi hujan,” ujar Kepala Desa Rejoslamet, H Sulkhan.

H Sulkhan menuturkan bahwa acara tahunan tersebut bertujuan untuk menjalin kerukunan masyarakat desa setempat. Sekaligus memberikan ruang kreativitas pemuda dalam rangka mengurangi kenakalan remaja, salah satunya narkoba.

“Acara ini bertujuan untuk menjalin kerukunan masyarakat desa. Dan juga kami menggandeng pemuda karang taruna untuk memberikan ruang kreatif pemuda, demi usaha dalam mengurangi kenalakan remaja, khususnya soal narkoba,” tutur Kepala Desa Rejoslamet.

Dalam acara tersebut, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Jombang, Novita Eki Wardani S.Sos juga terlihat turut hadir di tengah-tengah masyarakat. Anggota DPRD Jombang yang akrab disapa Eki ini mengapresiasi acara tersebut. Ia mengatakan bahwa acara pada siang itu menunjukkan kalau kerukunan warga Desa Rejoslamet sangat terjalin dengan baik.

“Saya mengapresiasi acara yang berlangsung di Desa Rejoslamet ini. Mudah-mudahan kedepan terus terjalin kerukunan seperti ini. Saya sangat mendukung,” ujar Eki saat ditemui Tim Adakitanews.com di lokasi karnaval Desa Rejoslamet.

Di penghujung acara, seluruh masyarakat Desa Rejoslamet berebut gunungan yang berisi hasil pertanian masyarakat. Sebelum hasil bumi tersebut dinikmati masyarakat setempat, terlebih dahulu gunungan hasil bumi itu diarak keliling kampung saat pawai budaya. “Gunungan hasil bumi yang disajikan untuk masyarakat ini sengaja dibuat sebagai simbol rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” pungkas Kades.(adv/pemdes rejoslamet/ar)

Keterangan gambar;: Pawai budaya Desa Rejoslamet. (bawah) Kades Rejoslamet, H Sulhan bersama Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jombang, Eki.(foto:adi rosul)

Related posts

Leave a Comment