Bandara Kediri, Persiapan Jelang Perubahan Sosial dan Ekonomi

ADAKITANEWS, Kediri – Rencana pembangunan bandara di Kabupaten Kediri dipastikan bakal mendatangkan perubahan besar di masyarakat. Bukan hanya warga di area yang akan dibangun, namun juga pasti berdampak pada daerah-daerah sekitar.

Pembangunan bandara di Kabupaten Kediri itu sendiri rencananya akan dilakukan di 3 wilayah kecamatan. Yakni Banyakan, Grogol, serta Tarokan. Meski hingga kini belum tampak proses pembangunannya, namun efek perubahannya sudah terlihat mulai dipersiapkan.

Sekretaris Kecamatan Grogol, Zaenal Mustofa saat ditemui di kantornya mengatakan, perubahan yang akan dihadapi masyarakat jika nantinya bandara di Kediri telah dibangun salah satunya adalah di sektor sosial dan ekonomi. “Pastinya nanti ada perubahan besar, salah satunya sosial dan ekonomi,” ujarnya, Kamis (31/08).

Menjelang perubahan itu, Zaenal berharap masyarakat di sekitar kawasan terdampak pembangunan bandara untuk terus mempersiapkan diri. Diantaranya dengan keterampilan atau melakukan investasi bisnis. “Warga kami arahkan untuk bisa berinvestasi. Kemarin yang memiliki lahan dan akhirnya diserahkan kepada pihak pengelola untuk dibangun bandara, kami berharap agar bisa dikembangkan,” imbuhnya.

Zaenal mengatakan, modal yang didapatkan oleh masyarakat diharapkan bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Jika proses pembangunan bandara telah dimulai, masyarakat juga bisa siap menjadi bagian dari perubahan itu. “Arahnya tentu saja nanti bisa ke UMKM, restoran, bahkan penginapan-penginapan. Harapannya modal yang saat ini telah didapat oleh masyarakat bisa benar-benar dimanfaatkan. Jangan sampai hanya untuk diri sendiri saja saat ini,” jelentrehnya.

Sementara itu terkait faktor keamanan dan konflik sosial selama persiapan pembangunan bandara, selama ini diketahui memang tidak pernah lepas dari campur tangan aparat keamanan, baik Polri maupun TNI.

Tidak dipungkir, rencana pembangunan bandara di Kabupaten Kediri selama ini memang sempat dilanda kegaduhan. Namun berkat keaktifan dan upaya sosialisasi serta keterbukaan dari pihak panitia, konflik sosial yang ada di masyarakat akhirnya bisa diredam.

Hal itu disampaikan Kepala Kepolisian Sektor Grogol, AKP Budi Narianto saat ditemui Tim Adakitanews.com di kantornya, Kamis (31/08). Kepolisian yang selama ini ikut mengawal jalannya persiapan pembangunan bandara, berterima kasih atas peran panitia yang terus aktif turun sendiri kepada masyarakat, menanggapi keluhan serta menyelesaikannya tanpa meninggalkan permasalahan baru.

“Warga itu biasanya tidak terlalu percaya kalau ada orang ketiga. Dan kemarin itu saat dilakukan sosialisasi, pihak panitia sendiri yang langsung memberikan pemahaman kepada warga, dan mereka bisa langsung menyepakati harga tanpa ada campur tangan pihak lain,” ujarnya.

AKP Budi menyampaikan, keaktifan panitia inilah yang selama ini selalu meredam konflik-konflik di masyarakat. Dengan bertemu langsung dan saling memberikan pemahaman, panitia dan warga akan menemukan kecocokan. “Terbukti hingga saat ini belum ada pengaduan dari masyarakat yang merasa ditipu,” imbuhnya.

Bukan hanya soal kecocokan harga, pemahaman bahwa pembangunan bandara akan berpengaruh pada penyerapan tenaga kerja juga menjadi pertimbangan tersendiri bagi masyarakat. “Soalnya ini pasti menyerap banyak tenaga kerja dari lingkungan sekitar. Juga pasti ada peningkatan perekonomian,” jelentrehnya.

Sebagai aparat penegak hukum, AKP Budi Nariyanto meyakini kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayahnya tetap akan kondusif dengan mengikutsertakan komponen Forkopimka (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan), serta tetap menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh lapisan masyarakat.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kediri, Krisna Setiawan mengatakan, pelaksanaan pembangunan bandara di Kabupaten Kediri tidak akan lepas dari peran dan dukungan masyarakat. “Pembangunan ini membutuhkan dukungan dan peran masyarakat. Mari bersama membangun Kabupaten Kediri demi kesejahteraan seluruh masyarakat di Kabupaten Kediri,” ujarnya.

Terpisah Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kediri, Krisna Setiawan mengatakan, adanya bandara di Kabupaten Kediri merupakan perwujudan program pemerintah dalam sektor peningkatan perekonomian dan pembangunan. Jika bandara di Kediri telah aktif dan beroperasi, secara otomatis akan berdampak kepada warga di Kabupaten Kediri, serta daerah-daerah lain di sekitarnya.

“Bandara ini nantinya akan mengubah taraf perekonomian masyarakat. Pertumbuhan ekonomi, juga akan melaju lebih cepat. Hal ini juga merupakan upaya dari pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. (adv/diskominfo/kur)

Keterangan gambar: Wilayah di Kecamatan Grogol yang rencananya akan dibuat sebagai akses jalan masuk ke kawasan bandara. (bawah) Sekretaris Kecamatan Grogol, Zaenal Mustofa.(foto: kurniawan)

Related posts

Leave a Comment