Agar Tak Salah, KPU Kota Kediri Gelar Sosialisasi Pemungutan dan Penghitungan Suara

ADAKITANEWS, Kota Kediri – Agar kontestasi Pemilihan Walikota Kediri (Pilwali) dan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur berjalan sukses dan tanpa menimbulkan permasalahan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri menggelar sosialisasi pemungutan dan penghitungan suara.

Agenda yang digelar di hall Grand Panglima Kota Kediri pada Minggu (06/05) malam tersebut, bertujuan untuk mensosialisasikan serta menjelaskan terkait tata cara pemungutan dan penghitungan surat suara, serta mekanisme maupun atauran yang harus dipatuhi.

Ketua KPU Kota Kediri, Agus Rofiq mengatakan, sosialisasi tersebut perlu untuk disosialisasikan agar seluruh elemen masyarakat khususnya yang terlibat dalam pemilu benar-benar mengerti aturan serta tata cara pelaksanaan penghitungan dan pemungutan suara.

”Setiap ajang pemilihan kita dihadapkan oleh peraturan yang baru. Maka dari itu kita perlu melakukan sosialisasi khususnya kepada tokoh masyarakat di Kota Kediri, dengan tujuan untuk disebarluaskan kepada masyarakat yang ada di lingkungan hadirin sekalian,” ujarnya mengawali sambutan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan pokok-pokok materi sosialisasi, oleh Komisioner KPU Kota Kediri Divisi Teknis, Pusporini Endah Palupi, salah satunya tentang perbedaan surat suara Pilwali dan Pilgub 2018.

”Untuk surat suara Pilgub, di halaman belakang itu warnanya coklat. Sedangkan untuk surat suara Pilwali di halaman belakangnya warnanya adalah pink atau merah muda. Jadi nanti jangan sampai keliru saat memasukan surat suara. Warna coklat untuk Pilgub, dan warna merah muda untuk Pilwali,” jelasnya.

Pusporini juga menjelaskan berbagai proses saat pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara Mulai dari jumlah KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara), pengawas PPS (Panitia Pemungutan Suara), saksi, pemantau, Kamtibnas dan pihak-pihak lain.

“Pertama adalah KPPS yang berjumlah 7 orang dan 1 orang sebagai ketua. Kambtibnas ada 2 orang yang ditempatkan di pintu masuk dan pintu keluar TPS (Tempat Pemungutan Suara). Kemudian, pengawas PPS atau PPL (Pengawas Pemilu Lapangan) 1 orang, kemudian saksi untuk masing-masing pasangan calon sebanyak 1 sampai 2 orang. Selanjutnya ada pemilih dan pemantau,” paparnya.

Sekadar diketahui, sosialisasi yang dilaksanakan malam hari tersebut dihadiri oleh berbagai elemen. Mulai dari organisasi kemasyarakatan, media massa, organisasi kepemudaan, Camat, Lurah se-Kota Kediri, Panwaslu Kota Kediri, serta unsur masyarakat lain yang berkaitan dengan Pemilu 2018.(adv/kpu.kotakediri/*/kur)

Keterangan gambar: Sosialisasi pemungutan dan penghitungan suara.(ist)

Related posts

Leave a Comment