ADAKITANEWS, Kediri — Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati meninjau kesiapan layanan transportasi kereta api menjelang arus mudik Lebaran 2026 di Stasiun Kediri, Kamis (12/3/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan fasilitas dan layanan bagi pemudik telah siap menyambut peningkatan jumlah penumpang.
Dalam kunjungannya, Wali Kota yang akrab disapa Mbak Wali itu memastikan kondisi stasiun siap melayani masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik. Ia juga memeriksa kesiapan berbagai fasilitas penunjang, termasuk layanan kesehatan yang disiagakan untuk pemudik.
Menurut Vinanda, ramp check atau pemeriksaan kelayakan armada kereta api telah dilakukan di stasiun pemberangkatan awal, yakni di Stasiun Blitar.
“Saya cek stasiun sudah siap. Berkaitan dengan ramp check di stasiun sudah dilakukan di tempat pertama pemberangkatan kereta yakni di Stasiun Blitar. Jadi sudah ada surat yang menyatakan kereta ini dalam kondisi baik secara mesin dan masinisnya,” jelas Vinanda.
Ia menambahkan, kondisi di Stasiun Kediri saat ini masih relatif landai. Namun, lonjakan penumpang diperkirakan mulai terjadi pada 18 Maret mendatang karena tiket kereta api setelah tanggal tersebut telah habis terjual.
Untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pemudik, pihak stasiun juga telah menyiapkan fasilitas layanan kesehatan guna memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para penumpang selama perjalanan.
“Semoga nanti pemudik bisa merasa nyaman,” imbuhnya.
Sebelumnya, Vinanda juga memantau pelaksanaan ramp check terhadap bus di Terminal Tamanan Kediri untuk memastikan armada yang melayani mudik Lebaran dalam kondisi aman dan layak jalan.
Dalam pemeriksaan tersebut terdapat enam unit kendaraan yang menjalani uji kelayakan, dan seluruhnya dinyatakan memenuhi standar keselamatan, baik dari sisi administrasi, kondisi kendaraan, maupun kesehatan pengemudi.
“Tadi ada enam kendaraan yang dilakukan ramp check, kondisi sopirnya baik dan sehat. Kendaraannya standar keamanan terpenuhi, kelayakan serta administrasi juga terpenuhi. Sehingga keenamnya tadi sudah layak jalan. Jika nanti ditemukan pelanggaran, akan ditindak oleh pihak berwenang, bisa Dishub atau kepolisian,” ujarnya.
Vinanda menegaskan bahwa keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Karena itu, selain memastikan kondisi kendaraan, pemeriksaan kesehatan pengemudi juga menjadi bagian penting dari proses ramp check.
“Tadi kita sudah cek juga kesehatan sopirnya. Kalau memang tidak sehat tidak diperbolehkan jalan. Alhamdulillah tadi sopirnya sudah cek kesehatan dan tes urine dan mereka semua sehat. Semoga masyarakat dapat melaksanakan perjalanan dengan aman, nyaman, dan selamat,” tegasnya.(*)











