Metode Pengairan Sprinkle Dianggap Petani Lebih Efisien

ADAKITANEWS, Tulungagung – Pada musim kemarau kali ini, saat petani susah mendapatkan air untuk tanamannya, seorang petani di Desa Wates Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung punya cara tersendiri untuk mengatasi kekeringan.

Adalah Hidayat, seorang petani setempat yang menggunakan cara yang lain dari petani ditempatnya untuk sistem pengairan bagi tanaman miliknya.

Petani pada umumnya mengambil air dari sumur bor dengan menggunakan diesel secara langsung untuk pengairan tanaman. Untuk sistem pengairan lahan yang ditanami jagung, Hidayat menggunakan teknologi sprinkle knockdown.

Sesuai istilahnya “knockdown”, maka peralatan tersebut mudah dibongkar dan dipasang di sawah. “Dengan cara sprinkle knockdown, lebih hemat dan efisien dibanding menyiramkan air secara langsung menggunakan selang,” kata Hidayat, Kamis (04/10).

Dengan teknik sprinkle ini, air yang dipancarkan tidak langsung hilang, namun meresap kedalam tanah. Air secara lamban akan meresap kedalam tanah hingga kedalaman 20 sentimeter. Hal tersebut dapat membantu menghancurkan bongkahan tanah hingga remah, sehingga lebih memudahkan saat proses pembajakan.

“Rata-rata dibutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk membasahi tanah secara merata,” ujar Hidayat.

Setelah dirasa cukup, maka alat tersebut bisa dipindahkan ketempat lainnya. Proses bongkar pasang ini hanya butuh waktu 15 menit saja.

Hidayat berterus terang bahwa metode pengairan sprinkle tersebut ia peroleh saat dia masih menjadi tenaga kerja di Malaysia. Untuk pembuatan sprinkle knockdown ini, dia harus merogoh kocek sebesar Rp 2 jutaan, untuk pembelian pipa PVC dan selang air.

Instalansi sprinkle milik Hidayat menggunakan pipa PVC dengan diameter 0,5 dim. Pipa tersebut sebagian dipotong untuk dijadikan tiang penyangga yang disesuaikan dengan keinginan. Sebagian lagi, ada yang dipotong dengan ukuran 80 sentimeter, dan dibuat lubang-lubang secara beralawanan arah.

Fungsi lobang ini, sebagai tempat untuk keluarnya air. Setelah mendapatkan tekanan dari pompa air, pipa tersebut akan berputar layaknya baling-baling, sehingga air akan membasahi sekitar lokasi dan meresap secara perlahan.(bac)

Keterangan gambar : Peralatan sprinkle di sawah milik Hidayat.(foto : acta cahyono)

Related posts

Leave a Comment