Bidan Desa Jadi Garda Depan Penanganan Dan Pencegahan Covid -19

ADAKITANEWS, Lamongan – Di tengah pandemi ini, tenaga kesehatan desa menjadi garda terdepan penanganan covid-19. Mereka berkerja keras di berbagai fasilitas kesehatan agar setiap orang dapat menerima penanganan medis yang dibutuhkan. Seperti halnya yang dilakukan oleh seorang bidan Desa Sumberwudi Kecamatan Karanggeneng, Isti Fuji Rahayu.

Selama hampir 24 jam penuh dalam sehari, Isti Fuji Rahayu seperti tidak memiliki rasa lelah dan selalu siap apabila dibutuhkan warga. “Selama masa pandemi ini rasanya saya tidak memiliki waktu untuk istirahat apalagi untuk keluarga. Tapi bagi saya itu sudah menjadi tugas dan panggilan saya sebagai tenaga kesehatan,” kata Isti, kepada awak media, Sabtu (20/06).

Isti, sapaan akrab Isti Fuji Rahayu yang bertempat tinggal di rumah dinas satu lokasi dengan Kantor Desa Sumberwudi tersebut, memudahkannya untuk bisa berhubungan langsung dengan pemerintah desa serta gugus tugas percepatan penanganan penyebaran Covid-19 setempat. Mulai dari pemantauan pendatang yang memasuki wilayah desa sampai dengan penanganan pasien terpapar virus corona.

Menurutnya, selama melaksanakan kegiatan penanganan Covid-19 ini banyak tantangan dan pengalaman tersendiri. Saat menangani warga yang baru datang dari luar kota yang diwajibkan untuk karangtina mandiri selama 14 hari di rumah. tetapi tidak mau sehingga memaksanya terus untuk memberikan pengertian agar bisa mengikuti aturan.

“Penuh tantangan, ketika dihadapkan dengan orang yang beragam karakter serta sikap. Pokoknya dilakoni dengan sabar juga diimbangi ikhlas, dan Alhamdulillah rintangan itu bisa teratasi,” ujar Isti dengan senyum semangat.

Isti menambahkan, sebagai manusia saat ini ia dihadapkan dalam dua sisi. Yakni ikhlas berbuat hal terbaik untuk masyarakat, serta adanya rasa takut sebagai tenaga medis di tengah pendemi. ” Sebagai pelayanan tenaga kesehatan tentu saja tetap terdepan berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk warga,” ungkapnya.

Disinggung suka dan duka dalam menangani Covid-19 saat ini, Isti mengaku memiliki satu pengalaman yang tidak bisa dilupakan seumur hidupnya. Yakni saat merujuk pasien yang disinyalir terpapar Covid-19 ke rumah sakit daerah dengan menggunakan APD lengkap.

“Rasanya seperti mau pingsan, ribet banget. Tapi bagaimana lagi ini sudah SOP yang kita harus lakukan,” ujar Isti menceritakan pengalaman pertamanya saat menangani pasien covid -19.

Dalam kesempatan itu Isti Fuji Rahayu juga mengimbau kepada warga agar tetap patuh terhadap aturan pemerintah yakni menerapkan kedisiplinan protokol kesehatan dan juga berpesan kepada masyarakat agar bersedia membantu pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Minimal mereka harus menjaga diri dan keluarga agar tidak tertular atau menularkan Covid-19. Patuhilah anjuran pemerintah, tetaplah berada di rumah, jika berpergian keluar rumah gunakanlah masker dan jaga jarak minimal 1 meter dengan siapapun, jangan sentuh wajah dan cuci tangan pakai sabun sesering mungkin,” pungkasnya.(prap)

Keterangan gambar: Bidan Desa, Isti Fuji Rahayu melakukan penyemprotan cairan disinfektan saat menangani pasien covid 19.(ist)

Related posts

Leave a Comment