Tampil di JFS, Motif Batik Nganjuk Bakal Dipatenkan

ADAKITANEWS, Jember – Pemkab Nganjuk bekerjasama dengan Dekranasda Nganjuk kembali menampilkan batik khas Nganjuk di sejumlah event parade busana. Salah satunya di Jember Fashion Society (JFS), yang digelar pada Sabtu (07/09) malam.

Untuk mendukung produk lokal batik tersebut, Pemkab Nganjuk saat ini juga sedang menggodok Perbup tentang penggunaan produk lokal. Yakni pemakaian batik Nganjuk bagi sejumlah elemen di Nganjuk.

Dalam acara tersebut, Ketua TP-PKK Nganjuk dan Ketua Dekranasda Nganjuk, Yuni Shopia mengatakan, melalui ajang ini pihaknya ingin mengenalkan batik khas Kabupaten Nganjuk. “Sebelum kami akan menuju Jakarta Fashion Week, maupun Indonesia Fashion Week, kami ingin meningkatkan batik Nganjuk demi mewujudkan SDM yang unggul, serta ekonomi kerakyatan yang mandiri,” katanya.

Di acara JFS, Pemkab juga berkolaborasi dengan desainer QMR. Ada sebanyak 10 desain yang ditampilkan di grand fashion show. Sembilan diantaranya ditampilkan oleh model laki-laki untuk pakaian formal dan casual, serta satu rancangan lainnya ditampilkan oleh model perempuan untuk pakaian unisex.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk, Heni Rochtanti mengatakan, Pemerintah Kabupaten Nganjuk akan terus meningkatkan sumber daya manusia perajin batik di kota angin tersebut. Apalagi dalam lima tahun terakhir, jumlah perajin batik Nganjuk juga telah meningkat drastis.

Berdasarkan data dari Disperindag Nganjuk, tahun 2013 jumlah perajin batik Nganjuk hanya dua orang. Namun tahun 2019 ini, jumlah perajin batik menjadi 15 orang. “Kenapa tumbuh perajin batik di Nganjuk, karena kami bantu pemasaran dan beri bantuan seperti peralatan juga CSR dari perusahaan. Selain itu, kami juga terus bantu peningkatan SDM perajin batik. Sehingga batik bisa membantu perekonomian warga Nganjuk,“ ujar Heni Rochtanti.

Ia menegaskan, perajin batik Nganjuk tumbuh di sejumlah Kecamatan yakni di Kecamatan Berbek, Pace, Tanjunganom, Nganjuk, Loceret, Wilangan, dan Kertosono.

“Tahun ini akan ada sejumlah motif batik Nganjuk yang sedang diurusi patennya seperti motif Nyawiji, Bawang Merah, Roro Kuning, Air Terjun Sedudo, juga Salepok, tarian khas Nganjuk, “ tambahnya.(*/kur)

Keterangan gambar: Batik khas Nganjuk di Jember Fasion Society (JFS).(dok nganjukkab.go.id)

Related posts

Leave a Comment