Dimulai dari Lamongan, Target Turunkan Angka Stunting Hingga 17 Persen

ADAKITANEWS, Lamongan – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi akan turut mengupayakan pencapaian penurunan angka stunting nasional sampai 17 persen sesuai dengan instruksi Presiden RI Joko Widodo. Sementara hingga hari ini, angka stunting nasional masih berada di 28 persen .

Hal itu dikatakan Menteri Desa dan PDTT, Abdul Halim Iskandar usai membuka Jambore Inovasi Cegah Stunting (JICS) di Waduk Gondang Kabupaten Lamongan, Jumat (06/12). Abdul Halim Iskandar menjelaskan, pihaknya akan turut mengusahakan target penurunan itu dan dimulai dari Lamongan. “Kita upayakan, kita mulai dari Lamongan. Nanti akan kita deklarasikan, akan kita instruksikan berangkat dari Lamongan, kita turunkan stunting sampai angka 17 persen,” ajak Halim.

Menurut Halim Iskandar, Lamongan dipilih lantaran dinilai cukup sukses melakukan penanganan stunting hingga berada di angka 7 persen pada penghujung tahun 2019 ini. “Lamongan sudah di bawah 10 persen, sekitar 7 persen, makanya kita apresiasi. Menurut saya ketika prosesnya benar pasti hasilnya juga akan baik,” ujarnya.

Dijelaskannya, sebelumnya pada tahun 2017 masih terdapat 23 persen stunting, yang kemudian turun menjadi 15,64 persen pada Februari 2018, dan menjadi 10,17 persen pada Agustus 2018. Dan pada bulan Februari 2019, kembali turun menjadi 9,57 persen.

Halim menyebut, untuk anggaran penurunan stunting, akan dipikul secara gotong royong, sebab stunting juga menjadi program seluruh kementerian dan lembaga.

“Misalnya Lamongan, karena pemerintahannya kuat, Bupati komitmennya tinggi terhadap penurunan stunting, maka tentu beban APBD menjadi salah satu target. Kalau di NTT misalnya, karena PAD dan kekuatan APBD juga pas-pasan, maka kita dari Jakarta banyak yang akan turun. Kementerian PUPR urusan sanitasi, Kementerian Kesehatan urusan tambahan pangan, Kementerian Desa pengalokasian Dana Desa.Dan kemudian Kementerian Pemberdayaan Perempuan, Kementerian Pertanian, semua kerja untuk penyelesaian stunting, karena masa depan SDM ditentukan hari ini,” tandasnya.(prap)

Keterangan gambar: Abdul Halim Iskandar, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi saat memberikan sambutan.(foto suprapto)

Related posts

Leave a Comment