Penghujung Tahun 2019, Bandar Sabu Tertangkap

ADAKITANEWS, Lamongan – Di penghujung tahun 2019 Sat Reskoba Polres Lamongan berhasil membekuk seorang bandar sabu, Senin (30/12) malam. Pelaku adalah Ainul Mustofa, 42, warga Jalan Walisongo Desa Panggang Kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan. Ia pun terpaksa harus menikmati tahun baru di dalam sel tahanan Mapolres Lamongan dan terancam jeratan Pasal 112 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Kasat Resnarkoba Polres Lamongan, Iptu Achmad Khusen mengungkapkan, pelaku Ainul Mustofa terbilang cukup unik dan licin dalam mengedarkan sabu. “Memang terbilang unik cara tersangka dalam mengedarkan narkoba, karena setiap kali melakukan transaksi dilakukannya di lokasi tambak,” kata Iptu Achmad Khusen, Selasa (31/12).

Iptu Khusen mengataka, penangkapan pelaku Ainul Mustofa dilakukan pada Senin (30/12) sore di area tambak di Desa Panggang Kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan.

“Dari pelaku AM kami mengamankan barang bukti berupa satu klip plastik berisi natkotika jenis sabu, dan sejumlah barang bukti lainnya. Dan pelaku juga sempat membuang barang bukti sebuah timbangan digital di dalam tambak dan berhasil diamankan,” ungkapnya.

Di hadapan petugas pelaku Ainul Mustofo mengaku sudah dua tahun mengedarkan barang haram tersebut dan mendapatkan keuntungan kurang lebih Rp 700 ribu per satu gramnya.

“Saya membeli setiap 1 gram sabu seharga Rp 1,1 juta dan menjualnya dengan harga Rp 1,8 juta. Jadi keuntungan yang saya dapatkan Rp 700 ribu,” katanya.

Sementara itu dalam rilis akhir tahun diketahui, angka kriminalitas di wilayah Polres Lamongan turun menjadi 240 kasus atau mencapai 33, 33 persen dibanding tahun 2018. “Realitanya, dari 720 kasus turun menjadi 480 kasus. Turunnya angka kriminal itu apa mungkin karena tindak pidana yang kecil – kecil, seperti pencurian ponsel yang tak dilaporkan, atau memang realitanya kasus kriminal di Lamongan menurun,” kata Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung saat gelar pers rilis akhir tahun di ruang K3i Mapolres Lamongan, Selasa (31/12).

Menurunnya angka kriminalitas di wilayah hukum Lamongan juga sebagai bukti bahwa anggota Polres Lamongan bekerja ekstra, sehingga mampu menekan angka kriminalitas. “Jumlah kriminalitas pada 2018 dapat diselesaikan sebanyak 494 perkara. Sedang pada 2019 sebanyak 480 kasus dan bisa terselesaikan sebanyak 295 perkara,” urainya.

Selama kurun waktu 2019, lanjut AKBP Feby DP Hutagalung, jumlah tertinggi angka kriminalitas hanya terjadi pada bulan Mei sebesar 23 perkara dan Juni 28 perkara dengan tingkat penyelesaian 14 perkara.

“Itu terungkap untuk 9 kasus diantaranya, kasus pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, curanmor, penganiayaan berat, perjudian, pembunuhan, narkoba, ilegal logging dan uang palsu. Dibanding 2018, tahun 2019 jumlah kriminalitas menurun,” tambahnya Kapolres.

Sedangkan Laka Lantas, jumlah laka sebanyak 973 kejadian, meninggal 192 orang, luka berat 11 orang dan luka ringan 1.267 orang dengan kerugian materiil Rp 2.114.700.000. “Laka lantas profesi pelakunya didominasi oleh karyawan swasta, menyusul pelajar, PNS, mahasiswa, sopir, Polri dan TNI,” tandasnya.

AKBP Feby menambahkan, pihaknya patut berbangga dengan kinerja anggotanya yang telah mampu bekerja dan membuahkan hasil dengan pencapaian yang maksimal. Namun diakuinya, peningkatan kasus terjadi pada narkoba, pada 2018 jumlah kasus mencapai 62 kasus dengan 77 tersangka, 2019 meningkat 66 kasus dengan 81 tersangka. “Barang bukti yang diamankan, 170, 12 gram sabu – sabu, 595, 33 gram ganja, 14, 5 butir pil ekstasi, 1.100 butir pil carnhopen dan 13. 210 butir pil dobel L,” imbuhnya.

Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung menambahkan, rangking kasus selama 2019 tertinggi adalah kasus penipuan sebanyak 82 kasus. Sedangkan kassus pencurian biasa 67 kasus, narkoba 66 kasus dan curat 58 kasus serta curanmor sebanyak 51 kasus.(prap)

Keterangan gambar: Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung saat gelar pers rilis akhir tahun dan tersangka sabu saat diinterogasi petugas.(foto suprapto)

Related posts

Leave a Comment