Pengedar Pil Koplo Gelar Akad Nikah Di Mapolres Lamongan

ADAKITANEWS, Lamongan – Selama dua minggu terakhir Sat Resnarkoba Polres Lamongan kembali mengungkap kasus peredaran dan pengguna narkoba di wilayah hukumnya. Lima kasus dengan sepuluh tersangka berhasil digulung oleh anggota Sat Resnarkoba. Salah satu tersangka adalah Dimas, 19, warga Dusun Wotan Desa Slaharwotan Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan.

Sebelum tertangkap, laki-Laki yang tubuhnya dipenuhi tato ini rencananya akan segera melangsungkan pernikahan dengan pujaan hatinya. Namun kini, akad nikah tersebut terpaksa harus dilakukan di Mapolres Lamongan.

Rencana pesta pernikahan tersebut akan diselenggarakan pada Rabu (06/11) esok, dan akan difasilitasi pihak Polres Lamongan. “Dari kami tetap memfasilitasi pernikahan tersangka Dimas, termasuk tempat di Polres Lamongan jika dia tetap menjalani akan nikah,” kata Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung didampingi Kasat Reskoba, Iptu Ahkmad Khusen dengan Kasubbag Humas, AKP Djoko Bisono, Selasa (05/11).

Dari informasi yang dihimpun, tersangka Dimas diamankan di rumahnya dengan barang bukti sebanyak 5.600 butir pil koplo. Selain Dimas, ada sembilan tersangka lain yang juga ikut diamankan diantaranya MAR, warga Dusun Sumbergondang Desa Sumberbanjar Kecamatan Bluluk, RLD, warga Slegi Kecamatan Sambeng, DBP dan HS yang merupakan warga Kelurahan Sukomulyo Lamongan, serta MNS, warga Dusun Joto Kecamtan Tikung.

Tersangka lainnya adalah HS, warga Dusun Kecamatan Jogoroto Jombang, QO, warga Dusun Wonosari Kecamtan Diwek Jombang, SO, warga Dusun Kecamatan Trowulan Mojokerto, BA, warga Dusun Petiyin Kecamatan Solokuro Lamongan, dan KUS, warga Karanggeneng.

Dari 5 kasus tersebut, total barang bukti yang berhasil diamankan petugas adalah sebanyak 6.100 butir pil dobel L, 9,3 gram sabu, 1.000 butir pil carnophen, sejumlah uang dan handphone, sepeda motor, mobil, timbangan digital, dan alat hisap sabu.

“Para tersangka ini kami jerat UU no 35 tahun 2009 pasal 112 untuk sabu yang ancaman hukumannya paling singkat 4 tahun maksimal 12 tahun. Sedangkan untuk dobel L kami jerat dengan UU no 36 tahun 2009 pasal 197 tentang kesehatan, yang diancam pidana maksimal 15 tahun,” tegasnya.

AKBP Feby menegaskan, kepolisian akan terus memberantas semua jenis narkoba di wilayah Kabupaten Lamongan beserta pengedar dan pengguna. “Jadi pesan kami kepada masyarakat, jangan pernah bersentuhan dengan narkoba, atau yang sudah tersentuh segera meninggalkannya bila tak mau berurusan dengan hukum,” pungkasnya.(prap)

Keterangan gambar: Pers rilis ungkap kasus Polres Lamongan.(foto: suprapto)

Related posts

Leave a Comment