Pelaku Curanmor Dihadiahi Timah Panas

ADAKITANEWS, Lamongan – Berjalan dengan langkah tertatih-tatih dan kepala menunduk, Moh Kadir digelandang ke ruang tahanan Mapolres Lamongan, Selasa (29/10) siang.

Laki-laki asal Dusun Sompor Desa Sentol Kecamatan Pademayu Kabupaten Pamekasan tersebut terpaksa dihadiahi timah panas di kakinya usai mencoba kabur saat hendak ditangkap polisi.

Tersangka Kadir ditangkap Tim Jaka Tingkir Polres Lamongan lantaran melakukan aksi pencurian dan penipuan kendaraan bermotor (curanmor) dengan modus berpura – pura akan membeli motor melalui media sosial (medsos).

Saat itu tersangka mengajak korban untuk bertemu melakukan COD (Cash on Delivered). Sambil berpura-pura mencoba motor tersebut, Kadir berhasil membawa lari dua unit kendaraan sepeda motor Honda GL Max 125 nopol W 2246 GB dan Honda CBR nopol S 5920 IE .

“Tersangka kita tangkap di daerah Lamongan yaitu di wilayah Pantura tepatnya di wilayah Berondong. Dan terpaksa kita hadiahi timah panas karena mencoba melarikan diri dan melawan petugas,” ungkap Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung didampingi Kasat Reskrim AKP Wahyu Norman Hidayat, saat gelar pers rilis, Selasa(29/10) sore.

Selanjutnya tersangka digelandang ke Polres Lamongan guna untuk dilakukan penyelidikan dan pengembangan. Di hadapan Kapolres, tersangka mengakui hanya satu kali melakukan aksinya. Dan sepeda motor tersebut sempat dijual oleh tersangka juga melalui media sosial dengan harga sangat murah.

Tersangka juga mengaku uang hasil penjualan sepeda motor tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan sebagaian dibawa pulang ke Madura. Sementara dari laporan ke Polres Lamongan, ada dua korban yang melaporkan.

“Tersangka mengaku hanya satu kali melakukan aksinya. Sementara yang kita dapat dan dari hasil penelusuran masih ada dua TKP. Tetapi tidak menutup kemungkinan ini berkembang tadi juga sempat kita komunikasi pengakuannya hanya baru satu kali tetapi ternyata sudah ada yang pernah dijual jenis motor Honda CBR yang dijual di wilayah Tuban,” tegasnya.

Dari tersangka polisi juga berhasil mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor Honda GL Max nopol W 2245 GB tahun 1995 warna hitam milik korban yang belum sempat dijual oleh tersangka. Serta satu buku BPKB dan satu unit ponsel milik tersangka yang digunakan untuk melancarkan aksinya.

“Tersangka mengaku melakukan aksinya single fighter atau melakukan secara sendiri, tetapi tidak menutup hubungan ini ada temannya karena tersangka memonitor di melalui handphone siapa-siapa saja orang yang ingin menjual kendaraan motornya, khususnya untuk roda dua ini dijadikan sebagai targetnya,” tandasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 362 dan atau 378 KUHP dan 372 KUHP dengan hukuman penjara di atas 5 tahun.(prap)

Keterangan gambar: Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung didampingi Kasat Reskrim, AKP Wahyu Norman Hidayat saat merilis tersangka.(foto: suprapto)

Related posts

Leave a Comment