PC GP Ansor Sidoarjo Desak Pemkab Revisi Peraturan Miras Di Tempat Hiburan

ADAKITANEWS, Sidoajo – Banyaknya kasus penyalahguna narkoba dan peredaran minuman keras di Kabupaten Sidoarjo, membuat Ketua PC GP (Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor) Sidoarjo, H Rizza Ali Faidzin dan anggotanya geram. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, bahkan diminta untuk merevisi peraturan daerah tentang miras dan tempat hiburan.

H Rizza Ali Faidzin atau yang akrab disapa Gus Reza itu mengatakan, banyaknya kasus narkoba dan miras yang sudah diungkap jajaran Polresta Sidoarjo menjadi hal yang cukup memperihatinkan bagi para pemuda dan masyarakat Sidoarjo.

Menyikapi hal tersebut, kata Gus Reza, GP Ansor Sidoarjo sudah membentuk BANAR (Badan Ansor Anti Narkoba) yang sudah disosialisasikan ke beberapa tempat terkait bahaya narkoba.

Gus Reza dan anggotanya, tidak akan pernah berhenti mengajak masyarakat untuk selalu peka, peduli dan cinta kepada seluruh warga Sidoarjo, dengan cara memberantas narkoba.

“Alhamdulillah kami sudah di beberapa tempat sosialisasi terkait bahaya narkoba. Sekali lagi kami Ansor dan Banser Sidoarjo selalu mendukung gerakan dari Polresta Sidoarjo terkait dengan pemberantasan narkoba,” tuturnya usai menghadiri pers rilis hasil Ops Tumpas Narkoba Semeru 2018 di Mapolresta Sidoarjo, Rabu (25/04) lalu.

Sebagai bentuk kepedulian GP Ansor Kabupaten terhadap masyarakat Sidoarjo, Gus Reza mengatakan akan mendesak kesepakatan yang sudah dibuat di jajaran Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tentang peraturan yang melarang tempat hiburan, menyediakan minuman beralkohol yang selama ini dianggap masih sangat lemah untuk memberantas peredarannya.

“Di jajaran Pemkab ini kan memang sangat lemah apa yang disepakati. Contoh, salah satu itemnya adalah ‘TIDAK BOLEH MENJUAL MINUMAN KERAS’ padahal yang terjadi membawa sendiri dari luar ke tempat hiburan itu. Makanya kami mendesak bahwa kesepakatan itu untuk direvisi lebih ketat,” imbuh alumnus Magister Pendidikan Islam UIN Sunan Ampel ini.

Gus Reza mengungkapkan, peraturan yang disepakati itu bisa direvisi dengan peraturan yang lebih diperketat sehingga nantinya tidak ada lagi yang menjual dan membawa minuman dari luar, yang dibawa masuk ke tempat hiburan tersebut.

“Kami meminta kesepatan itu direvisi lebih ketat ‘TIDAK BOLEH BEREDARNYA MINUMAN KERAS’. Jadi entah itu membawa atau itu menjual tidak boleh beredar. Karena kita memang miris ya Sidoarjo ini adalah kabupaten kedua kasus narkoba paling banyak. Makanya kita membentuk yang namanya BANAR untuk selalu bekerja sama dengan Polresta terkait dengan narkoba ini,” tegas Gus Reza.(sid3)

Keterangan gambar : Ketua PC GP Sidoarjo, H Rizza Ali Faidzin saat melihat barang bukti miras dan narkoba yang diungkap polisi.(foto : andri santoso)

Related posts

Leave a Comment