Buka Praktik Dukun, Sindikat Pengganda Uang Dibekuk

ADAKITANEWS, Lamongan – Enam pelaku komplotan sindikat penggandaan uang dengan modus membuka praktik perdukunan, berhasil dibekuk Tim Jaka Tingkir Polres Lamongan, Jumat (04/10).

Enam pelaku tersebut adalah Sinto, 39 warga Desa Kepel Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk, Supari alias Arif, 45, warga Dusun Wonorejo Desa Sidorejo Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang dan Heri Susanto 58, warga Dusun Gudangwaringin Desa Sumber Ketengah Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember.

Kemudian Ahmad Hamid, 38, warga Dusun Sempir Desa Temenggungan Kecamatan Silomerto Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah, serta Pariyanto, 36, dan Sampun 42, kedunya warga Dusun Dekes Desa Sambikerep Kecamatan Rejoso Kabupaten Lamongan.

Enam orang tersangka ini mempunyai peran masing-masing, diantaranya sebagai penyedia uang palsu, mencari calon korban, dan sebagai paranormal alias dukun.

Kasubbag Humas Polres Lamongan, AKP Joko Bisono ketika dikonfirmasi mengatakan, penangkapan ini bermula dari kecurigaan warga yang melihat banyaknya orang keluar masuk di salah satu rumah milik Awinoto di Desa Girik, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan. “Informasi itu kemudian dikembangkan dan diselidiki,” kata AKP Joko.

Polisi secara intens mengumpulkan data dan memastikan kebenaran bahwa di rumah Awinoto digunakan untuk transaksi penggandaan uang atau jual beli uang rupiah palsu.

“Saat proses ritual dilakukan, para korban dipameri setumpuk uang pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu di dalam kardus yang dipercayai sebagai hasil proses yang baru saja dijalankan. Setelah para korban mengikuti ritual yang diberikan dukun dan dilaksanakan di dalam kamar, oleh tersangka uang asli tersebut ditukar dengan uang palsu,” ungkapnya.

Untuk menjalankan praktik perdukunannya, lanjut AKP Joko, para pelaku ini mengontrak rumah milik Awinoto di Desa Girik Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan. Dan sekitar dua bulan berlangsung, para tersangka menjalankan praktik penipuan sebagai dukun yang mampu menggandakan uang.

“Dari pengungkapan ini polisi mengamankan barang bukti sebanyak 304 juta uang palsu pecahan 100 ribu dan 50 ribu. Selain itu, polisi juga mengamankan 8 batang emas palsu dari rumah tersebut. Serta juga ada barang bukti 1 buah tas rangsel warna merah, 1 kardus karton, 1 lembar kain warna putih, dan 1 lembar kain warna merah,” pungkasnya.(prap)

Keterangan gambar: Enam tersangka komplotan sindikat pengganda uang palsu saat diamankan di Mapolres Lamongan.

Related posts

Leave a Comment