Tiba dari Wuhan, Mahasiswa Asal Lamongan Langsung Menjalani Tes Kesehatan

ADAKITANEWS, Lamongan – Dua mahasiswa asal Lamongan yang sebelumnya menempuh pendidikan di Wuhan, China, akhirnya tiba di kampung halamannya, Selasa (04/02).

Keduanya adalah Iffa Maratus Shohibul Birri, warga Desa Jetak Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan yang tercatat sebagai mahasiswi S2 di Universitas Tianjin Foreign Studies University, China, dan Shelva Reza Farisqi, asal Desa Wanar Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan yang menempuh pendidikan di Guangxi Overseas Chinese School. Mereka pulang ke Indonesia dengan biaya pribadi, dan langsung menjalani pemeriksaan kesehatan di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemkab Lamongan.

Kepala Bakesbangpol Kabupaten Lamongan, Sudjito mengatakan, pihaknya ingin memastikan kondisi kesehatan kedua mahasiswi itu. “Pemeriksaan kesehatan kepada mereka, di mana saat ini virus Corona awalnya dari sana (China,red). Orang Indonesia yang baru datang dari sana akan menjalani pemeriksaan kesehatan seperti yang kami lakukan saat ini,” terang Sudjito.

Dari hasil pemeriksaan medis, kata Sudjito, kedua mahasiswa tersebut dinyatakan sehat dan terhindar dari virus Corona. Selanjutnya, keduanya akan terus mendapatkan pendampingan kesehatan selama dua minggu berturut-turut. “Alhamdulillah hasilnya baik, kondisi kesehatan anaknya juga baik. Hanya saja sedikit mengalami kecapaian karena habis menempuh perjalanan yang jauh dari China ke Indonesia,” jelas Sudjito.

Usai menjalani pemeriksaan kesehatan, kedua mahasiswa tersebut juga akan menjalani karantina di rumah mereka masing-masing selama 14 hari. Mereka akan mendapatkan pengawasan dari dokter puskesmas tempat mereka tinggal.

“Keduanya akan dikarantina di rumah masing-masing, dilarang keluar selama 14 hari. Untuk memantau kesehatan mereka, petugas puskesmas di masing-masing kecamatan akan memantau perkembangan mereka,” tandasnya.

Selain Shelva Resa Farisqi dan Ifa Maratus Shohibul Birri, menurut data di Kesbangpol Lamongan ada beberapa mahasiswa asal Lamongan juga telah pulang secara mandiri. Mereka adalah Nurul Hikmawati, asal Desa Takerharjo Kecamatan Solokuro, Fierdaus Budhi Raharja warga Perumnas Made Kecamatan/Kabupaten Lamongan, dan Aulia Fatihah serta Ayu Winda asal Kelurahan Sukorejo Kecamatan/Kabupaten Lamongan.

Ada juga 3 mahasiswa asal Lamongan yang telah dievakuasi dari China dan kini menjalani observasi di Natuna bersama ratusan WNI lainnya. Dan ada satu lagi mahasiswa mandiri, Muhammad Nurul Khozin, warga Perumda Deket Kabupaten Lamongan yang belum ingin pulang

“Jadi data yang dimiliki Kesbangpol, saat ini ada 9 mahasiswa asal Lamongan yang ada di China, yaitu 5 pulang secara mandiri, 3 dipulangkan pemerintah dan satu lagi masih bertahan tidak mau pulang,” tutupnya.(prap)

Keterangan gambar: Mahasiswa asal Wuhan China saat menjalani tes kesehatan oleh petugas dari Dinas Kesehatan Lamongan.(foto suprapto)

Related posts

Leave a Comment