Temuan Perahu Baja Peninggalan Zaman Kolonial Dimuseumkan

ADAKITANEWS, Lamongan – Satu perahu baja yang diduga merupakan peninggalan kolonial dan telah berhasil diangkat dari dasar Sungai Bengawan Solo di Desa Mertani Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan akhirnya diserahkan ke Pemkab Lamongan.

Penyerahan perahu baja secara simbolis dilakukan oleh perwakilan Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (PCBM) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Fitra Arda, di Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan, Kamis (07/11) sore.

Meski sudah diserah terimakan kepada Pemkab Lamongan, namun proses penelitian terhadap perahu yang diduga peninggalan Perang Dunia pertama itu akan terus berlanjut, guna memastikan nilai sejarahnya. “Kalau ini dari Perang Dunia pertama misalnya, kita bisa melihat bagaimana peran sungai Bengawan Solo waktu itu, begitu juga dengan Lamongan. Ini yang harus kita tindaklanjuti ke depan,” kata Fitra.

elain untuk mengetahui nilai sejarah, penelitian yang dilakukan juga sekaligus untuk mengungkap bagaimana cerita di balik penemuan perahu tersebut. “Yang lebih utama sebenarnya adalah di samping kita lestarikan, kita lindungi kapal ini. Tentu adalah apa cerita dibalik kapal ini. Nah untuk mengungkap itu kita perlu lakukan penelitian,” ujarnya.

Fitra menambahkan, sembari menjalankan proses penelitian, ia juga menyarankan agar Pemkab Lamongan segera mendaftarkan perahu tersebut sebagai cagar budaya. “Setelah kita serahkan, tentu nanti teman-teman dari kabupaten akan melakukan pendaftaran di registrasi nasional. Setelah didaftarkan nanti akan kita verifikasi dan kemudian ditetapkan sebagai cagar budaya,” tuturnya.

Fitra menambahkan, sebelum melangkah ketahap itu, hal pertama yang dilakukan adalah perawatan terhadap perahu agar bisa bertahan lebih lama. Sambil jalan tentu kita akan lakukan perawatan dan kita mendatangkan teman-teman dari Balai Konservasi Borobudur yang memang ahli di bidang itu. “Karena awalnya perahu ada di lumpur kan sekarang ada di darat, tentu berbeda suhunya, nah ini yang perlu kita teliti, sehingga jangan sampai hanya setahun sudah hancur,” ucap Fitra.

Sementara itu, Bupati Lamongan, Fadeli mengaku pihaknya memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga dan merawat perahu baja yang ditemukan di dasar Bengawan Solo tersebut, sebagai aset Kabupaten Lamongan. “Nanti pengamanan dan perawatannya seperti apa kita menunggu petunjuk dari beliau (Fitra), seperti apa nanti kita siap,” kata Fadeli.

Diketahui saat proses ekskavasi, tim arkolog juga menemukan peluru aktif dan koin kuno yang ikut terkubur bersama perahu baja di dasar sungai. Dan saat ini tim arkolog sedang melakukan ekskavasi sisa dua perahu baja yang diduga merupakan peninggalan Perang Dunia pertama itu yang belum di ekskavasi.(prap)

Keterangan gambar: Bupati Lamongan saat melihat kondisi perahu baja peninggalan perang pertama.(foto: suprapto)

Related posts

Leave a Comment