Studi Banding Dusun Bambu PT Gudang Garam (3-habis)

*Belajar Musik hingga Pengembangan Destinasi Wisata Alam

ADAKITANEWS, Bandung, Jawa Barat – Studi banding PT Gudang Garam Tbk bersama puluhan awak media ke Kota Bandung Jawa Barat tak hanya sekadar mengenal dan memahami berbagai potensi di lokasi-lokasi yang dikunjungi. Tetapi lebih dari itu, rombongan banyak mendapatkan pelajaran tentang pemanfaatan potensi alam serta kultur budaya masyarakat sekitar, yang kini bahkan menjadi salah satu destinasi wisata andalan.

Selama di Jawa Barat, mulai tanggal 1 hingga 2 November 2019, rombongan banyak dikenalkan tentang upaya masyarakat mengembangkan destinasi wisata di daerahnya. Khususnya di Jawa Barat, yang khas dengan alat musik angklung.

Hari pertama, di Saung Angklung Udjo, rombongan disuguhkan dengan berbagai macam pertunjukan asli Jawa Barat. Mulai dari alat musik khas Sunda yakni angklung, kesenian tari, hingga produk-produk unggulan mereka yang juga terbuat dari bambu. Tak tanggung-tanggung, seluruh pengunjung di SAU (Saung Angklung Udjo) juga diberi kesempatan untuk belajar bersama-sama memainkan angklung.

SAU yang berada di Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung tersebut, juga menjadi salah satu lokasi favorit wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Selain menyuguhkan aneka kesenian dari angklung, di SAU juga dipertontonkan pertunjukan Wayang Golek, serta penampilan anak didik SAU yang piawai memainkan alat musik khas tanah Pasundan.

Kunjungan hari kedua, rombongan dikenalkan dengan salah satu objek wisata alam di Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat, yakni ekowanawisata Dusun Bambu. Di lokasi seluas sekitar 15 hektare tersebut, kini muncul destinasi wisata unggulan hasil kerjasama berbagai pihak bersama masyarakat. Bagaimana upaya menghijaukan kembali lahan yang awalnya tak terawat, hingga menjadi kawasan wisata.

Kabag Humas PT Gudang Garam Tbk, Iwhan Tricahyono mengatakan, tujuan studi banding ke SAU dan Dusun Bambu ini adalah untuk belajar bagaimana mengelola sebuah potensi daerah, kemudian diaplikasikan hingga memiliki manfaat bagi masyarakat luas.

“Ini juga sebagai tindak lanjut dari upaya kita beberapa tahun lalu, yang melakukan penanaman 100 ribu bibit bambu di kawasan Lereng Gunung Wilis. Semoga ada ilmu yang bisa kita ambil dari tempat ini dan bisa diterapkan nantinya di Kediri,” ujarnya.

Iwhan juga berharap, sepulangnya dari SAU dan Dusun Bambu ini, muncul ide-ide baru terkait pengembangan destinasi wisata khususnya di Kediri, agar sejalan dengan komitmen PT Gudang Garam untuk ikut mengembalikan kelestarian alam dan memberi manfaat bagi masyarakat.(kur)

Keterangan gambar: Studi Banding PT Gudang Garam, Tbk., bersama rekan-rekan media ke Dusun Bambu di Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.(tim humas PT GG)

Related posts

Leave a Comment