Sebulan Naik Vespa Ke Lampung Kulakan Ganja

ADAKITANEWS, Lamongan – Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung didampingi Kasat Reskoba, Iptu Ahmad Khusen merilis hasil ungkap kasus Satuan Reserse Narkoba Polres Lamongan selama tiga pekan terakhir, Selasa (08/10) pagi di halaman Mapolres Lamongan.

Dalam rilisnya Satreskoba Polres Lamongan berhasil mengamankan 13 tersangka pengedar dan pengguna barang haram diantaranya, sabu-sabu, pil doubel L dan ganja. Diantara tiga belas tersangka, salah satu tersangka pengedar ganja menjadi perhatian tersendiri Kapolres Lamongan. Dia adalah Duwi Siswanto, 29, yang mengaku membeli ganja tersebut langsung dari Lampung.

Dia berangkat sendiri mengendarai sepeda motor Vespa miliknya untuk kulakan ganja. Dari Lamongan ke Lampung, Duwi mengaku menempuh perjalanan selama tiga pekan bahkan bisa sampai satu bulan, sebelum kemudian diedarkan kembali di wilayah Lamongan. Alasan Duwi nekat menempuh jarak begitu jauh salah satunya adalah karena harga ganja di Lampung sangat murah.

“Saya pengalaman di Lampung, karena pernah bekerja di Lampung. Dan harga perkilogram ganja hanya Rp 500 ribu,” aku Duwi di depan Kapolres Lamongan.

Sementara itu, Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung mengungkapkan, anggotanya telah bekerja ekstra hingga dalam waktu tiga pekan berhasil mengungkap dan mengamankan 13 tersangka pengedar dan pengguna barang haram tersebut.

“Selain Duwi, Sat Reskoba juga mengamankan 12 tersangka lain. Diantaranya, Ahmad Yanto, 50, Heri Darwanto, 41, Asafik, 29, AR Hendro, 32, dan Sya’dullah, 33. Lalu Tawar, 49, Iswanto, 41, Sigit Cahyono, 29, Sangsang Faisol, 28, Agus Suhardi, 27, M Syarif Hidayatullah, 29, dan Setiaji, 47,” beber Kapolres.

Tersangka sebanyak itu, menurut AKBP Feby, tidak hanya sebegai pengedar sabu – sabu, namun ada juga yang merupakan pengedar pil dobel L dan pengedar ganja.

Dari tangan Duwi Siswanto, polisi berhasil mengamankan setengah kilogram ganja.”Duwi ini pemain tunggal dalam transaksi dengan pemasok yang ada di Lampung kemudian oleh Duwi dijual eceran di wilayah Lamongan,” tambahnya.

Selain itu tersangka Duwi ini juga pengguna, meski tidak merokok, Duwi tetap memakainya. Caranya yakni dengan dicampur teh hangat. “Narkoba ini adalah kejahatan trans nasional, sehingga harus betul-betul kita seriusi untuk diberantas,” kata AKBP Feby.

Dari tangan para tersangka, diamankan barang bukti berupa 651 butir pil dobel L, sabu-sabu 21,23 gram, setengah kilogram ganja, Honda Brio, 3 unit sepeda motor, timbangan elektrik serta alat hisap.

Para tersangka dijerat undang-undang narkotika pasal 111 dengan hukuman paling lama 12 tahun, untuk sabu-sabu dijerat pasal 112 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun dan denda paling banyak Rp 8 miliar.

“Untuk dobel L kita terpakan undang-undang 36 tahun 2009 tentang kesehatan, pasal 197, ancaman hukuman 15 tahun dan denda 1,5 miliar,” pungkasnya.(prap)

Keterangan gambar : Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung didampingan Kasar Reskoba, Iptu Ahmad Khusen saat pers rilis ungkap kasus narkoba.(foto: suprapto)

Related posts

Leave a Comment