Ekskavasi Perahu Baja Peninggalan Kolonial, Ditemukan Koin Kuno dan Peluru Aktif

ADAKITANEWS, Lamongan – Proses ekskavasi perahu baja peninggalan zaman kolonial dari dasar sungai Bengawan Solo yang berada di Desa Mertani Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan, digelar oleh Tim Arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Mojokerto, Selasa (05/10). Saat proses ekskavasi, tim juga menemukan peluru aktif dan koin kuno yang ikut terkubur bersama perahu baja di dasar sungai.

Tim Arkeolog dari BPCB Trowulan Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho mengungkapkan, ekskavasi pada hari keempat ini ada temuan baru berupa, peluru dan koin kuno. “Itu berarti semakin menguatkan asumsi awal bahwa perahu baja yang berada di dasar Sungai Bengawan Solo itu adalah perahu baja peninggalan masa kolonial. Dan peluru yang kami temukan terdeteksi aktif,” kata Dwi.

Dwi mengungkapkan, selain peluru aktif pihaknya juga menemukan koin kuno yang berangka tahun 1902 dan 1909, pecahan uang 2,5 sen angka tahun 1909, dan pecahan setengah sen tahun 1902. “Salah satu sisi mata uang juga ada tulisan Netherlands Indies. Serta ada yang bertuliskan huruf jawa dan huruf Arab-Melayu atau huruf pegon,” jelasnya.

Dwi menambahkan, temuan menarik lainnya adalah tentang keberadaan perahu baja itu sendiri. Perahu baja ini merupakan perahu gandeng seperti layaknya kereta api. “Perkiraannya, baja ini berasal dari masa penjajahan Belanda pada masa Perang Dunia pertama sampai Perang Dunia kedua. Panjang perahu sendiri diperkirakan sekitar 3,6 meter dengan lebar 1,5 meter, dan ada juga temuan pengait di perahu,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, proses ekskavasi masih terus berlangsung dan sudah berhasil menampakan ketiga perahu.(prap)

Keterangan gambar: Petugas sedang melakukan proses ekskavasi perahu baja di dasar Sungai Bengawan Solo Lamongan.(foto: suprapto)

Related posts

Leave a Comment