Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada 2015, Kejari Lamongan Sudah Kantongi Nama

ADAKITANEWS, Lamongan – Kejaksaan Negeri Lamongan terus melakukan penyelidikan terkait dugaan korupsi dana hibah untuk pelaksanaan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Lamongan tahun 2015 lalu. Dalam penyelidikan dugaan korupsi dana hibah penyelenggara KPU Lamongan ini pihak Kejaksaan Negeri Lamongan mengaku sudah mengantongi nama calon tersangka.

“Penetapan tersangka paling lambat akan ditetapkan hingga akhir Agustus. Calon tersangka sudah ada,” kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri Lamongan, Dino Kriesmiardi ketika dihubungi sejumlah awak media, Kamis (15/08).

Untuk membongkar dugaan korupsi dana hibah di KPU Lamongan, Dino mengakui sangat membutukan tenaga ekstra dan menguras pikiran. Bahkan pihak Kejaksaan Negeri Lamongan berkali – kali memanggil para saksi untuk dimintai keterangan.

“Itemnya sangat banyak, sebab ada dana APBD dan APBN yang terkait yang harus dicari saat proses pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Utamanya kepada saksi bendahara yang sampai harus diperiksa lima kali,” kata Dino.

Dari hasil serangkaian pemeriksaan, pihaknya sudah memastikan kalau perbuatan pidananya jelas ada. Dino menyebut anggaran yang diduga dikorupsi itu mencapai hampir Rp 1 miliar. “Sampai pertengahan Agustus ini ada beberapa saksi yang harus berulangkali diperiksa. Penyidik masih akan memintai keterangan terhadap lima orang lagi. Detailnya sangat komplek,”katanya.

Dino menambahkan, setelah proses pemeriksaan saksi selesai, penyidik dalam waktu dekat akan melakukan agenda gelar perkara. Dan ada beberapa pemeriksaan yang harus dikejar.

Terkait adanya pengembalian uang negara, kata Dino tidak menghapus tindak pidana. Dino memapaparkan modus korupsinya ada beragam cara diantaranya, ada program dengan menggunakan anggaran tapi laporan tidak ada. Bahkan sampai berani, tanda tangan Sekretaris KPU, Muhajir dipalsukan untuk mencairkan anggaran..

“Ya itu, mengajukan anggaran, kemudian dicairkan, tapi tanda tangan Pejabat Pembuat Kesepakatan PPK (Sekretaris KPU, red) dipalsukan. Dan tidak semua pengajuan anggaran tanda tangan palsu, tapi ada beberapa. Termasuk SPJ juga tidak ada,” bebernya.

Dino menambahkan, penyidik Kejari mendapati keterangan dana hampir Rp 1 miliar itu, selain dibuat membiayai salah satu anggota keluarganya untuk masuk di salah satu lembaga pemerintah juga untuk foya – foya.(prap)

Keterangan gambar: Kasi Intel Kejaksaan Negeri Lamongan, Dino Kriesmiardi.(foto: suprapto)

Related posts

Leave a Comment