Diduga Terlibat Jaringan ISIS, Mantan Mahasiswa IAIN Tulungagung Dideportasi

ADAKITANEWS, Tulungagung – Diduga terlibat jaringan Islamic State of Iran And Syiria (ISIS), 8 Warga Negara Indonesia (WNI) dideportasi. Satu dari delapan WNI yang dideportasi itu adalah Irma Novianingsih, 24.

Irma merupakan bungsu dari dua bersaudara, pasangan Riyadi, 47, dan Mujiatin, 50, warga Desa Dukuh Kecamatan Gondang, dan pernah tercatat sebagai mahasiswa Institut Agama Ialam Negeri (IAIN) Tulungagung.

Pihak IAIN Tulungagung membenarkan, nama Irma Novianingsih ada dalam data buku induk mahasiswa. Namun apakah pemilik identitas tersebut yang termasuk salah satu yang dideportasi, pihak IAIN belum dapat memastikan.

Pembantu Rektor III IAIN Tulungagung, Abad Badruzzaman menyatakan nama Irma Novianingsih, memang ada dalam data mahasiswa IAIN Tulungagung. Namun sejak awal semester VII, bukan lagi berstatus mahasiswa IAIN Tulungagung.

“Irma sudah tidak aktif sejak awal semester VII pada tahun akademik 2017 hingga sekarang. Jadi statusnya nonaktif atau DO,” kata Pembantu Rektor III IAIN Tulungagung Abad Badruzzaman di Tulungagung, Senin (28/05).

Lanjut Badruzzaman, pihak kampus belum berani membuat kesimpulan bahwa dua identitas tersebut adalah orang yang sama. Artinya, deportan atas nama Irma Novianingsih merupakan WNI asal Tulungagung yang pernah menjalani perkuliahan di IAIN Tulungagung.

“Kami belum menyimpulkan kepastian nama tersebut (Irma Novianingsih,red) mahasiswa IAIN Tulungagung. Namun jika mengacu data dari intel, data tersebut identik,” kata Abad Badruzzaman.

Informasi yang dihimpun, Irma Novianingsih kini masih ditahan di ruang karantina Rutan Bambu Apus, Jakarta Timur. Dia bersama tujuh deportan lainnya berada dalam pengawasan dan pemeriksaan tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror serta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) setelah dideportasi dari Suriah menggunakan pesawat Turkish Airline TK 056 pada Jumat (25/5).(bac)

Keterangan gambar : Bendera ISIS.(ilustrasi)

Related posts

Leave a Comment