Balita 2 Tahun di Lamongan Didiagnosa Gizi Buruk

ADAKITANEWS, Lamongan – Di tengah upaya pemerintah meniadakan stunting dan gizi buruk, seorang balita berusia 2 tahun 8 bulan di Lamongan kini justru dirawat di RSUD dr Soegiri Lamongan. Meliani Alfira Damayanti, balita dengan berat badan 4 kilogram anak dari pasangan Suwarsono dan Dwi Novita asal Desa Latukan Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan itu dirawat usai didiagnosa menderita gizi buruk, Senin (13/01).

Menurut Dwi Novita, ibu kandungnya, gizi buruk yang menimpa putrinya yang seharusnya memiliki berat badan 12 kilogram tersebut sudah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir. Saat itu Alfira, sapaan akrab putrinya, diasuh oleh neneknya karena ibunya harus berjualan sayur keliling untuk memenuhi kebutuhan hidup setelah bercerai Oktober 2019 lalu. Balita itu hanya diberikan susu formula yang ia beli di pasar.

“Sebagai orang tua, saya langsung memeriksakan ke klinik dan menurut petugas medis dikatakan hanya terpengaruh susu atau disebut alergi susu sapi,” tutur Dwi kepada sejumlah awak media.

Dwi menambahkan, atas saran medis itu ia kemudian mengganti susu anaknya dengan susu soya. Meski sudah mengganti dengan susu soya, anak tersebut tetap muntah saat disuapi makanan.

Sementara itu Spesialis anak RSUD dr Soegiri Lamongan, dr Aty Firsiyanti menuturkan, saat ini pasien sudah mendapat penanganan dari dokter rumah sakit setempat untuk memulihkan kondisi kesehatannya. “Namun untuk penyembuhan butuh proses agak lama, karena anak ini sendiri mengalami gizi buruk sudah sekitar 2 tahun. Selain itu tim dokter juga akan mencari jenis penyakit lain yang dimungkinkan juga diderita balita tersebut,” tutur dr Aty Firsiyanti.

Sementara Humas RSUD dr Soegiri, Budi memastikan akan menangani secara maksimal terhadap kesembuhan pasien dan mengembalikan kesehatannya. Pihaknya akan intens melihat perkembangan kondisi pasien. “Kita berikan penanganan maksimal pada pasiennya demi kesembuhan kesehatannya,” kata Budi.(prap)

Keterangan gambar: Dokter Spesialis anak RSUD dr Soegiri, dr Aty Firsiyanti (kerudung merah) saat memberikan keterangan kepada awak media dan pasien.(foto suprapto)

Related posts

Leave a Comment