Lima Pencuri Truk Diringkus, Dua Diantaranya Dilumpuhkan

ADAKITANEWS, Lamongan – Lima komplotan pencurian truk berhasil ditangkap jajaran Sat Reskrim Polres Lamongan. Dua diantaranya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas oleh petugas lantaran melawan saat akan ditangkap.

Komplotan tersebut yakni Kiswanto, 32, warga Dusun Gronggong Desa Girik Kecamatan Ngimbang yang bertugas sebagai pencuri truk, dan Tarip, 43, warga Dusun Sawen Desa Sendangrejo Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan. Sedangkan ketiga pelaku lain merupakan warga Kediri sebagai perantara menjualkan hasil pencuriannya.

Mereka adalah Yan Marjoni, 36, warga Dusun Selodono Desa Pojok Kecamatan Wates, Kediri dan Ibnu Mualifin, 37, warga Dusun Candirejo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar serta Taman Safi’i, 42, warga Jalan Saroja Desa Sumberejo Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri yang berperan menyediakan tempat untuk transaksi. Kelima pelaku juga diketahui diringkus di tempat berbeda – beda.

Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung menjelaskan, aksi pencurian ini sebelumnya sudah direncanakan oleh kedua pelaku. Yakni untuk mencuri dump truk milik Marsim yang berada di Gudang Gamping Dusun Gadang Desa Girik Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan.

“Sekitar pukul 23.00 WIB pelaku Kiswanto sebagai eksekutor berhasil melakukan pencurian. Setelah berhasil melakukan pencurian, oleh pelaku Kiswanto truk tersebut dibawa lari ke wilayah Jombang dimana pelaku Tarip menunggu di Jombang,” ujar AKBP Feby saat rilis di Mapolres Lamongan, Kamis (03/10) siang.

Setelah kedua pelaku bertemu, lanjut AKBP Feby, mereka berangkat ke wilayah Kediri untuk menemui Yan Marjoni untuk menjual hasil pencuriannya tersebut. Pelaku Yan Marjoni kemudian menghubungi kedua temanya yakni pelaku Ibnu Mualifin dan Taman Syafii untuk membantunya menjualkan truk hasil pencurian tersebut.

“Setelah itu pelaku Ibnu Mualifin menghubungi pelaku Sokip yang saat ini masih DPO untuk membeli kendaran truk hasil pencurian tersebut. Truk hasil pencurian tersebut dibeli oleh Sokip yang saat ini masih menjadi DPO seharga Rp 60 Juta dengan kesepakatan antara pelaku Yan Marjoni,” jelasnya

Kapolres menambahkan, setelah menerima uang hasil penjualan truk. Mereka kemudian membagi uang tersebut sesuai dengan peran masing – masing. Kiswanto menerima Rp 20 Juta dan Tarip menerima Rp 15 Juta.

“Sedangkan pelaku Yan Marjoni menerima Rp 10 dan Taman menerima uang sebesar Rp 5 Juta sebagi jasa tempat untuk transaksi. Dan Ibnu Maulifin sebagai perantara hanya dijanjikan akan diberi uang oleh Sokip yang masih DPO,” tandasnya.

Dari hasil pengungkapan truk tersebut polisi menyita barang bukti diantaranya satu unit sepeda motor Yamaha dan sebuah senapan angin hasil pembagian uang dari tangan pelaku Kiswanto. Serta dari tangan pelaku Tarip, polisi menyita barang bukti jam tangan dan kaos serta celana jin. Selain itu polisi juga mengamankan barang bukti onderdil dari dump truk yang telah dibongkar.

“Kelima pelaku yang mempunyai peran masing – masing dijerat pasal 363 KHUP Jo Pasal 55 KHUP dan atau pasal 480 KHUP dengan ancaman 7 tahun dan 4 tahun hukuman penjara,” pungkasnya.(prap)

Keterangan gambar: Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung didampingi Kasat Reskrim, AKP Wahyu Norman Hidayat dan Kasubbag Humas Polres Lamongan saat menunjukan barang bukti.

Related posts

Leave a Comment