Korban Banjir di Jombang Banyak Yang Sudah Kembali ke Rumah Masing-Masing

ADAKITANEWS, Jombang – Para pengungsi korban banjir di Desa Kademangan Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang terlihat sudah mulai ada yang kembali ke rumah masing-masing. Hal itu dikarenakan kondisi banjir di desa mereka berlangsung surut, Rabu (20/12).

Dari pantauan Tim Adakitanews.com, sejumlah warga terlihat sibuk membersihkan rumahnya dari lumpur sisa banjir. Seperti yang dilakukan oleh Siti Tumini, 42, yang tengah membersihkan rumah bersama keluarganya.

Siti Tumini mengatakan bahwa sebelumnya rumahnya tergenang air setinggi lutut orang dewasa. Meski wanita yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini mengaku sempat mengungsi, tetapi dirinya memilih kembali pulang ketika ketinggian air sudah berlangsung surut. Hal tersebut dilakukannya guna melihat kondisi rumah. “Ya sengaja saya pulang untuk melihat rumah dan bersih-bersih. Banjirnya kan juga sudah selesai,” ujarnya.

Selain warga Desa Kademangan, warga di Desa Betek Kecamatan Mojoagung juga terlihat sudah kembali ke rumah masing-masing. Ngatiani, 54, warga Dusun/Desa Betek RT 3/RW 2 mengatakan bahwa dirinya sempat mengungsi di ruas jalan bypass yang berada di dekat rumahnya untuk menyelamatkan diri dari luapan air yang berasal dari aliran sungai gunting. “Di rumah saya, banjir mencapai pinggang. Saya waktu itu mengungsi di atas, di bypass,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan bahwa rumahnya mengalami kerusakan di bagian dapur akibat diterjang banjir yang melanda kediamannya, Selasa (19/12) malam. “Ada bagian rumah saya yang rusak karena banjir. Sebagian dinding di dapur ada yang jebol,” ujar Ngatiani sambil menunjukkan kerusakan rumah miliknya.

Sementara pihak BPBD Kabupaten Jombang saat dikonfirmasi terkait jumlah pengungsi yang kembali ke rumah mengatakan bahwa masih ada 200 pengungsi di Balaidesa Kademangan dan 25 pengungsi di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Mojoagung.

“Masih ada 200 pengungsi di Balaidesa dan 25 pengungsi di RTH Mojoagung. Jumlah tersebut dari 312 data pengungsi yang kami kantongi sebelumnya,” kata Sekretaris BPBD Jombang, Ahmad S Jabara melalui pesan singkat.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa warga yang sudah kembali ke rumah masing-masing, diharap terus waspada. Ahmad S Jabara mengatakan pihaknya akan terus memonitor kondisi sungai yang melintasi Kecamatan Mojoagung, seperti sungai gunting dan sungai pancir.

“Semua tetap diharap waspada. Kami tetap memantau aliran dan ketinggian sungai. Bila ada peningkatan debit air yang membahayakan, maka kami akan melakukan proses evakuasi warga kembali,” pungkasnya.(ar)

Keterangan gambar: Ngatiani warga Dusun/Desa Betek Kecamatan Mojoagung saat menunjukkan kondisi rumahnya. (bawah) Beberapa warga terlihat membersihkan rumahnya.(foto:adi rosul)

Related posts

Leave a Comment