Jelang Sidang Sengketa Pilpres 2019 di MK, Masyarakat dan Toga di Lamongan Tolak Aksi Kerusuhan

ADAKITANEWS, Lamongan – Masyarakat dan tokoh agama serta IKSPI Kera Sakti di Kabupaten Lamongan dengan tegas menolak aksi kerusuhan dalam bentuk apa pun terkait sidang sengketa pilpres 2019 yang diajukan oleh kubu pasangan Prabowo – Sandiaga Uno ke Mahkamah Konstitusi (MK), dan akan dimulai pada 14 Juni 2019 dan diputus pada 28 Juni 2019 mendatang.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lamongan meminta masyarakat untuk mempercayakan semua proses pada mekanisme hukum dan mengimbau masyarakat tidak mengikuti kegiatan rusuh massa di Jakarta. Mereka juga mendukung TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan kesatuan NKRI.

Menurut Ketua MUI Lamongan, KH Abdul Aziz Khoiri, jika dirasa ada kecurangan yang dialami oleh peserta pemilu, maka harus diselesaikan dengan cara sesuai mekanisme. Ia pun berharap semua pihak untuk mengikuti aturan main dan mempercayakan pada institusi yang diberi kewenangan yaitu MK.

“Jangan sampai menggunakan cara yang tidak sesuai dengan aturan yang disepakati bersama. Mari kita ikuti proses hukum yang ada yaitu institusi yang sudah diberi kewenangan untuk memutus sengketa Pemilu yaitu Mahkamah Konstitusi,” ajaknya.

Aziz menilai bahwa Mahkamah Konstitusi (MK) pasti bersikap profesional dengan tak memihak pada salah satu kubu. Aziz meminta agar tidak ada aksi demonstrasi yang bersifat kerusuhan selama sidang MK berlangsung. “Saya yakin dan percaya, mereka yang duduk di Mahkamah Konstitusi adalah orang orang profesional jadi tak perlu lagi kita turun ke jalan apalagi yang bersifat anarkis. Kita sudah sangat dewasa, sudah seharusnya kita menerima keputusan bersama dengan lapang dada,” katanya.

Ditegaskan Aziz, MUI Lamongan dengan tegas menolak segala bentuk kerusuhan karena kerusuhan adalah musuh masyarakat dan kedamaian adalah kebutuhan kita bersama. “Jaga persatuan, hindari perpecahan sesama anak bangsa dan kami dengan tegas menolak aksi kerusuhan dan semacamnya,” tandasnya.

Sementara itu sejumlah elemen masyarakat Lamongan mengungkapkan bahwa masyarakat Lamongan cinta perdamaian dan ingin hidup rukun. Elemen masyarakat Lamongan juga menolak segala bentuk unjukrasa yang berujung kerusuhan. “Kami masyarakat Lamongan cinta damai dan hidup rukun. Kami menolak segala bentuk kerusuhan. Kami juga mendukung TNI Polri untuk menjaga ketertiban dan keamanan di masyarakat,” kata Emi dengan para Ibu-ibu lainnya.

Hal senada juga disampaikan oleh para pendekar yang tergabung IKSPI Kera Sakti Lamongan. Ketua IKSPI Kera Sakti Cabang Lamongan, Abdus Salam, S.Pd., dengan tegas menolak segala bentuk tindak kekerasan dan kerusuhan. Para pendekar ini juga mendukung TNI Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan kesatuan NKRI. “Kami menolak segala bentuk kekerasan dan kerusuhan dan mendukung TNI Polri dalam menjaga keutuhan NKRI,” tegas Abdus Salam dengan para pendekarnya.(prap)

Keterangan gambar: Masyarakat, Tokoh Agama dan IKSPI Kera Sakti Lamongan menolak aksi kerusuhan.(ist)

Related posts

Leave a Comment