Direktur Polairud Polda Jatim Resmikan Kampung Tangguh Nelayan Lamongan

ADAKITANEWS, Lamongan – Direktur Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur Kombespol Arnapi , SIK., SH., M.Hum meresmikan Kampung Nelayan Tangguh Semeru di Pelabuhan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanggap Covid-19 tepatnya di Desa Lohgung Kecamatan Brondong pada Jumat (26/06).

Dalam sambutannya, Kombespol Arnapi mengatakan bahwa kedatangannya adalah untuk silaturahmi dengan masyarakat Desa Lohgung dan umumnya dengan para nelayan. Ia juga sepakat bahwa Desa Lohgung bisa dijadikan sebagai contoh kampung tangguh.

“Inti dalam pembangunan kampung Tangguh adalah kemampuan dari desa sendiri, kampung tangguh mengedepankan kualitas dan bukan kuantitas,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kombespol Arnapi juga mengucapkan selamat kepada Pemerintah Kabupaten Lamongan yang menerima penghargaan WTP dan Polri serta TNI juga mendapatkan WTP. “Dalam masa pandemi ini banyak berita atau informasi hoax yang beredar dan dalam menghadapi hoax itu kita harus tangguh juga. TNI dan Polri akan menindak tegas terhadap penyebar berita hoax tersebut,” imbuhnya.

Hari ini, lanjutnya, merupakan hari bakti sosial di seluruh Indonesia dan kebetulan Polri akan menghadapi hari Bhayangkara ke-74. “Mudah-mudahanan apa yang telah digagas dalam kampung Tangguh ini bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu Kapolres Lamongan AKBP Harun mengatakan di Kabupaten Lamongan sudah ada 228 pasien positif Covid-19 dan harus terus dijaga biar tidak bertambah.

“Bahwa Desa Lohgung sudah diresmikan oleh Bapak Direktur Polairud sebagai Desa tangguh Semeru dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19. Kita harus bisa menjadi penggerak ke desa lain untuk mematuhi protokol Kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19,” kata Alumnus Akademi Kepolisian 2001 ini.

AKBP Harun berharap, nelayan bisa membuktikan kepatuhan terhadap peraturan pemerintah, agar masyarakat saling mengingatkan untuk menjaga kebersihan. Fungsi dari Lumbung pangan merupakan gotong royong dari warga untuk warga yang terdampak Covid-19.

“Kalau ada warga yang positif Covid-19 agar tidak dijauhi dan jangan terlalu mendekat agar tidak tertular, akan tetapi harus kita berikan suport serta motivasi. Jika ada warga yang meninggal akibat Covid-19 agar jangan ditolak serta jangan dipaksakan untuk mengambil jenazahnya,” harapnya

Bupati Lamongan Fadeli diwakili Sekretaris Daerah Lamongan Yuhronur Efendi menuturkan, sesuai dengan petunjuk dari bapak Presiden. Masyarakat tidak boleh terbelenggu dan terpuruk dalam menghadapi Covid-19 dan harus siap menghadapi new normal.

“Mari kita beraktivitas kembali akan tetapi harus patuhi protokol kesehatan. Ada 3 hal yang perlu diingat yaitu pakai masker, cuci tangan pakai sabun dan pshycal distancing atau jaga jarak. Mudah-mudahan Covid-19 segera hilang dari bumi,” tegasnya.

Di tempat sama pula Kepala Desa Lohgung Abdul Nasir mengapresiasi kinerja tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kabupaten Lamongan. Ia juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran serta memberikan motivasi dalam membentuk sebagai nelayan tangguh. ” Dampak Covid-19 Desa Lohgung mengalami penurunan ekonomi, karena nelayan sudah mematuhi protokol Kesehatan dan 70 persen warga Lohgung berprofesi jadi nelayan,” terangnya

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan bakti sosial pembagian 100 paket sembako dan masker kepada nelayan, serta masyarakat tidak mampu di Desa setempat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasubdit Fasharkan Ditpolairud Polda Jatim AKBP Ismail, Kapolres Lamongan AKBP Harun, Sekretaria Daerah Kabupaten Lamongan, Yuhronur Efendi, Kasdim 0812 Mayor Arh GN. Putu Ardana, Kasubdit Patroli Ditpolairud Polda Jatim Kompol Herlambang, Kasi Tahti Ditpolairud Polda Jatim Kompol Eko Arif, Kasi Tindak Ditpolairud Polda Jatim Kompol Wahyu, PJU Polres Lamongan, Muspika Brondong, Pengurus HNSI dan ANI Cabang Lamongan.(prap)

Keterangan gambar: Direktur Polairud Polda Jatim Kombespol Arnapi saat memberikan paketan sembako kepada nelayan setempat.(ist)

Related posts

Leave a Comment