Bendungan Semantok Rejoso, Destinasi Wisata Baru Kabupaten Nganjuk

ADAKITANEWS, Nganjuk – Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat meninjau lokasi proyek bendungan Semantok di Desa Sambikerep Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk, Selasa (08/01) siang.

Dalam kunjungannya kali ini, Bupati Nganjuk sengaja mengendarai motor trail menyusuri jalan sejauh 15 kilometer dari pendopo Kabupaten Nganjuk menuju lokasi proyek bendungan. Ia bersama dengan Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, unsur Forkopimda Kabupaten Nganjuk, dan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Nganjuk.

Setibanya di lokasi, rombongan disambut oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Sahroni Sugiarto, dan langsung memberikan pemaparan terkait perkembangan proyek Semantok.

“Kami sengaja mengundang Bupati dan rombongan Pemkab Nganjuk karena ada beberapa hal yang harus dibahas bersama untuk mendukung progres pembangunan Semantok,” ujar Sahroni.

Menurut Sahroni, pembangunan fisik Bendungan Semantok baru dibawah lima persen dan masih dibawah target yang ditetapkan. Bendungn ini, direncanakan akan dibuka pada tahun 2021 mendatang.

“Sejumlah permasalahan masih perlu diselesaikan, antara lain proses ganti lahan dan tanaman milik perhutani hingga relokasi rumah warga terdampak,” jelasnya.

BBWS juga sempat menunjukkan video tiga dimensi yang menggambarkan lengkapnya fasilitas pendukung kompleks Bendungan Semantok. Mulai dari landasan helikopter atau helipad, penginapan, rumah dinas, bengkel, toko modern, tempat ibadah, rumah makan, hingga gardu pandang di bibir bendungan yang mirip suasana pantai.

Dalam kesempatan itu Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat juga berharap agar Bendungan Semantok yang ditargetkan tuntas pada tahun 2021 tersebut mempu mendongkrak perekonomian masyarakat Nganjuk. “Tidak hanya di sektor pertanian, tetapi juga di sektor pariwisata,” ucapnya.

Bupati juga mengaku telah memerintahkan seluruh instansi dan perangkat terkait untuk mempersiapkan promosi Bendungan Semantok sebagai destinasi wisata baru di Kabupaten Nganjuk. “Semantok akan menjadi pusat wisata andalan baru, bisa dinikmati turis dari dalam dan luar kota, bahkan mancanegara. Yang penting lagi bisa mengangkat perekonomian warga sekitarnya,” ungkapnya.

Sementara itu Kabag Humas Pemkab Nganjuk, Agus Irianto menjelaskan, menurut data dari BBWS, proyek nasional Bendungan Semantok dibagi dalam dua paket. Paket pertama dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya dengan nilai Rp 909.722.003.000. Sedangkan Semantok paket dua, dikerjakan oleh PT Hutama Karya dengan nilai Rp 840.202.382.000.

“Total megaproyek ini menelan biaya sekitar Rp 1,8 triliun yang bersumber dari APBN,” terangnya.

Agus juga menjelaskan, bendungan ini dibangun di atas lahan 700 hektare dan akan memiliki kapasitas tampung sebesar 17,63 juta meter kubik. Dan diharapkan, nantinya mampu mengairi lahan seluas 1.554 hektare serta menghasilkan listrik sebesar 1.01 megawatt.

“Bendungan Semantok diproyeksikan bisa mengatasi masalah kekeringan di wilayah Nganjuk utara dan mereduksi banjir yang melanda wilayah Kecamatan Rejoso saat musim hujan tiap tahunnya serta dapat meningkatkan taraf ekonomi warga,” pungkasnya.(ng1)

Keterangan gambar: Bupati saat meninjau lokasi tempat megaproyek Bendungan Semantok.(ist)

Related posts

Leave a Comment