Launching Wisata Batik Kembang Turi, Wawali: Kreasi Untuk Tarik Wisatawan

ADAKITANEWS, Kota Blitar – Destinasi wisata dan ekonomi kreatif di Kota Blitar semakin beragam. Bahkan kini, di Kelurahan Turi ada kampung wisata anyar yakni kampung wisata batik kembang turi.

Disebut batik kembang turi karena lokasi pembuatan batik berada di Kelurahan Turi Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Kampung wisata batik turi ini, dilaunching oleh Wakil Walikota Blitar, Santoso. Menurutnya, kini banyak daerah berlomba-lomba untuk berkreasi yang bertujuan untuk menarik wisatawan dengan menciptakan kampung wisata. Saat ini ada berbagai macam nama kampung wisata. Hal itu sebagau wujud kreasi warga Kota Blitar.

“Kalau sebuah kampung berpotensi, maka potensi itu harus dioptimalkan seperti kampung wisata batik kembang turi ini,” kata Santoso (05/10).

Santoso menuturkan bahwa setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing. Mulai adat, cara berpakaian, hingga produk unggulan. Termasuk Kelurahan Turi yang memiliki satu produk unggulan khas, yakni batik kembang turi.

Santoso pun yakin batik tersebut mempunyai makna tersendiri daripada pakaian biasa. Karena menurutnya, batik kembang turi merupakan simbol kebanggaan sekaligus identitas daerah. Dimana di pakaian itu tergambar beberapa ikon daerah.

“Ikon-ikon itulah yang menjadikan kebanggaan bagi masyarakat. Dalam konteks pariwisata, pakaian khas ini nantinya juga dapat dijadikan sebagai souvenir orang-orang luar kota yang berkunjung ke Kota Blitar. Benang merahnya khas daerah tentu memiliki banyak manfaat,” pungkasnya.

Santoso menegaskan bahwa batik merupakan warisan leluhur. Batik mencerminkan kearifan budaya lokal asli Indonesia yang diwariskan dari generasi ke generasi secara turun temurun. Terlebih sejak 2 Oktober 2009, badan dunia bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya atau UNESCO telah menetapkan batik sebagai warisan budaya dunia. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak mencintai batik.

“Jika orang luar negeri saja mengapresiasi batik, maka sebagai bangsa Indonesia sudah seharusnya dapat memberikan apresiasi yang lebih besar lagi. Salah satunya dengan gemar berbusana batik,” ujarnya.

Sementara itu soal bazar produk unggulan ekonomi kreatif, Pemkot Blitar menyambut positif. Warga Kota Blitar harus menyadari bahwa sumber daya alam Kota Blitar terbatas. Namun, tak menjadi alasan untuk tidak berperan serta dalam pembangunan

“Justru di tengah keterbatasan sumber daya alam itulah, dituntut untuk kreatif, inovatif, dan kerja keras,” imbuhnya.(hms/fat/wir)

Keterangan gambar: Santoso, Wakil Walikota Blitar saat melaunching wisata kampung batik kembang turi.(foto : fathan)

Related posts

Leave a Comment